Halloween Costume ideas 2015
Berita Terkini





Jember (pewarta-jatim.com)- Unit Pelayanan Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Jember baru saja memperoleh akreditasi A dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Akreditasi A merupakan bentuk apresiasi dari hasil kerja keras seluruh tim UPT Perpustakaan Universitas Jember selama ini. Prestasi ini membanggakan, pasalnya dari data Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dari 2428 perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia, hanya 17 yang memperoleh akreditasi A, dan salah satunya adalah perpustakaan Universitas Jember. “Ini merupakan sejarah, untuk pertama kalinya UPT Perpustakaan Universitas Jember memperoleh akreditasi A,” ungkap Kepala Perpustakaan Universitas Jember, Ida Widiastuti, S.Sos., M.I.Kom, di sela-sela kesibukannya (7/3) .
Tidak hanya berbangga, Ida Widiastuti juga bersyukur mengingat perolehan akreditasi A diraih dengan susah payah dan penuh pengorbanan. “Seluruh awak perpustakaan mulai dari pustakawan sampai tenaga administrasi, bahkan tenaga kebersihan bahu membahu mewujudkan perpustakaan yang berkualitas dan nyaman,” tambah perempuan berjilbab ini. Ida kemudian menceritakan usaha yang telah dilakukan agar akreditasi A terwujud.
Kegiatan yang selalu rutin diadakan adalah rapat koordinasi bersama segenap Tim Gugus Pengendali Mutu yang dibentuk oleh Perpustakaan Universitas Jember. Tim ini berfungsi  untuk memenuhi semua kriteria penilaian yang terdapat dalam borang penilaian akreditasi,  termasuk membahas berbagai persiapan teknis seperti bagaimana melayani pemustaka, pelayananan keanggotaan perpustakaan, dan lainnya. “Kami melakukan pendataan mengenai item apa saja yang ada di borang, yang masih belum dapat kami penuhi. Apabila ada yang tidak sesuai dengan item pada borang, maka segera dilakukan perbaikan,” jelas Ida.
Ida juga menyampaikan bahwa aspek kenyamanan merupakan salah satu aspek paling penting yang menjadi masukan dari Tim Asesor Akreditasi kepada pihak Perpustakaan Universitas Jember. Oleh karenanya, hingga saat ini pihak dari perpustakaan beserta seluruh tim tetap berupaya melengkapi sarana prasarana demi terpenuhinya kepuasan pemustaka. Peningkatan rasa nyaman ini meliputi  kebersihan, kenyamanan ruangan dan kelengkapan koleksi buku dari perpustakaan itu sendiri.
Selain mendapatkan akreditasi A, Perpustakaan Universitas Jember juga mencatatkan prestasi lain. Repositori UPT Perpustakaan Universitas Jember  menduduki peringkat kesepuluh se-Indonesia versi webometric. “Repositori adalah koleksi digital yang dimiliki sebuah perpustakaan, meliputi koleksi buku, penelitian, skripsi, tesis dan desertasi,” jelas Ida lagi. Sebagai Kepala UPT Perpustakaan Ida bertekad akan meningkatkan peringkat repositori Perpustakaan Universitas Jember. “Kami berharap dengan seluruh upaya yang kami lakukan, dapat menaikkan ranking repositori, yang nantinya juga akan memberikan kontribusi signifikan pada penilaian ranking universitas,” tutur Ida. Keyakinan Ida didukung dengan keunggulan yang dimiliki oleh Perpustakaan Universitas Jember.
Salah satunya adalah adanya alat Scanrobot yang dimiliki Perpustakaan Universitas Jember. Scanrobot merupakan sebuah alat serupa robot yang bertugas untuk memindai seluruh isi buku secara otomatis dan menkonversikannya ke bentuk digital. “Selain itu Scanrobot dipakai perpustakaan untuk melestarikan buku-buku bersejarah, dan buku kuno yang kondisinya sudah lapuk dimakan usia. Di Indonesia, perpustakaan yang menggunakan scanrobot dapat dihitung dengan jari,” jelas Ida.
Ida juga menyampaikan bahwa adanya koleksi unggulan yang dimiliki oleh Perpustakaan Universitas Jember menjadi pembeda dengan perpustakaan lainnya di Indonesia. Dimana Universitas Jember memiliki koleksi unggulan yang terdiri dari koleksi buku berbahasa Osing, Madura, dan Tengger. Adanya koleksi buku berbahasa Osing, Madura dan Tengger ini menjadi daya tarik tersendiri, bahkan ada pustakawan dari Australia yang sudah menghubungi kami karena tertarik dengan koleksi di sini,” kata Ida. Koleksi unggulan ini nantinya terus akan dikembangkan oleh Ida bersama tim agar koleksinya terus bertambah dan semakin lengkap.
Untuk diketahui, saat ini jumlah koleksi Perpustakaan Universitas Jember berjumlah 293.120 eksemplar, dengan 136.861 judul. Koleksi tersebut terdiri dari artikel, koleksi audio visual, terbitan berkala, buku teks, jurnal internasional, jurnal nasional, laporan penelitian, makalah, prosiding, referensi dan lainnya. Selain meningkatkan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga mendapatkan perhatian. Salah satu yang dilakukan oleh Perpustakaan Universitas Jember adalah berusaha untuk menambah jumlah pustakawan. Saat ini jumlah pustakawan di Perpustakaan Universitas Jember berjumlah 13 orang. “Kami terus mendorong kawan-kawan di perpustakaan untuk meneruskan pendidikan di bidang perpustakaan agar dapat menjadi pustakawan,” pungkasnya. (lida/iim/hen)  





Bupati dan Wakil Bupati Jember, Kamis ( 10/3 )  menghadiri Silaturahmi Rekanan Mitra Kerja Pemkab Jember di Hall Hotel Panorama Jember. Forum silaturahmi yang diikuti sekitar 150 orang pengusaha ini diselenggarakan oleh gabungan organisasi/perkumpulan para pengusaha di bidang konstruksi. Pada kesempatan ini, Bupati memberikan ruang dialog dengan para pengusaha. Kesempatan untuk berdialog dengan Bupati dan Wakil Bupati dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk menyampaikan berbagai macam persoalan mulai dari sistem lelang, pemberdayaan pengusaha lokal dan lain - lain.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menyampaikan agar para pengusaha memberdayakan masyarakat asli Jember dalam menjalankan usahanya. “Tenaga-tenaga di lapangan agar memakai orang Jember”, ucap Bupati. “Kalau perusahaannya dari Jember tapi isinya dari orang luar Jember, maka akan menjadi catatan” lanjut Bupati. Bupati juga berpesan agar dalam pengerjaan proyek Pemkab, hendaknya para pengusaha melaksanakan dengan profesional.

Sementara Wakil Bupati Jember Drs. KH. Muqit Arief menekankan pentingnya profesionalitas perusahaan. “Jangan sampai ada sebuah proyek dimenangkan oleh salah satu rekanan tetapi kemudian dioper ke rekanan yang lain”, ucap Wabup. Dalam kesempatan ini Wabup juga meminta para pengusaha untuk turut membangun Jember bersama Pemkab Jember.( hum/lut/hen )



Dalam rangka mensukseskan Program Imunisasi Nasional (PIN) Polio, Bupati Jember dr. Faida, MMR hari ini, Selasa 8/3 meninjau Pos PIN di wilayah Jember. Bupati Jember mengunjungi Pos PIN yang ada di publik area yaitu di Pusat Perbelanjaan Matahari, Stasiun Kereta Api dan terakhir di terminal Pasar Tanjung. Dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Bupati mendatangi satu per satu Pos PIN dan berdialog dengan petugas dan masyarakat.

Di Pos PIN pusat perbelanjaan Matahari, Bupati bertemu dengan ibu dan balita yang akan diimunisasi. Lokasi Pos PIN yang sangat strategis ini sangat membantu masyarakat. Mereka dapat beraktivitas dan sekaligus mampir ke Pos PIN untuk mengantarkan balitanya diimunisasi. Bahkan banyak diantara masyarakat yang baru mengetahui ada Program Pekan Imunisasi Nasional, sehingga keberadaan Pos PIN di publik area sekaligus menjadi media sosialisasi.

Bupati Jember berharap keberadaan Pos PIN ini dimanfaatkan oleh masyarakat. "Dengan adanya Pos PIN yang tersebar di tempat umum dapat membantu memudahkan masyarakat", ucap Bupati. Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional ini diharapkan dapat memenuhi target semua balita di Jember mendapat imunisasi.(hum/hen)





Jember (pewarta-jatim.com)- Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember sebanyak 60 mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jember turut serta dalam program imunisasi polio,(7/3). Mahasiswa yang tergabung dalam relawan “PIN Polio 2016” tersebut tersebar diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Jember untuk turut mensukseskan program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kabupaten Jember.
“Sebanyak enam puluh mahasiswa kami terjunkan, untuk daslam kota mereka kami pusatkan di beberapa titik keramaian antara lain di pasar, pusat perbelanjaan, dan Stasiun Kereta Api,” ujar Ns. Lantin Setyorini, S.Kep. M.Kes  Ketua PSIK Universitas Jember.
Lantin mengatakan, pelibatan mahasiswa dalam program Pekan Imunisasi Nasional Polio 2016 adalah sebagai bentuk keramahan sosial dari Universitas Jember khususnya bidang kesehatan masyarakat. Menurutnya, para relawan PIN Polio 2016 ini akan bekerja hingga 15 Maret 2016 mendatang.
“Ini dalam rangka turut berperan aktif dalam memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok masyarakat umur 0-59 bulan terhadap kemungkinan munculnya kasus polio yang disebabkan oleh virus polio Sabin,” paparnya lagi.
Melalui program kerjasama antara PSIK dan Dinas Kesehatan Jember kini masyarakat bisa mendapatkan layanan imunisasi gratis di Puskesmas, Posyandu, Mobile Pos, tempat-tempat umum seperti halnya stasiun kereta, balai desa, dan Rumah Sakit negeri maupun swasta.
“Semua yang mau imunisasi kami layani secara gratis, karena banyak kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit polio semoga melalui imunisasi ini dapat mewujudkan masyarakat bebas polio 2020 mendatang,” pungkasnya.
Rupanya kegiatan ini tidak hanya mendapatkan apresiasi dari masyarakat, Bupati Jember Dr. Faida MMR menyempatkan untuk berkunjung ke salah satu lokasi imunisasi yang berada di stasiun kereta Jember.
Dr. Faida  memberikan apresiasi kepada para relawan PIN Polio 2016 tersebut. Dirinya berharap PIN kali ini dapat memberikan manfaat nyata bagi Indonesia untuk mempertahankan status bebas polio dan mewujudkan dunia bebas polio pada tahun 2020 mendatang.
“Setiap anak balita di seluruh Indonesia wajib diberi imunisasi tambahan polio, agar kebal terhadap penyakit polio. dengan imunisasi polio, kita ingin menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas yang bebas dari cacat tubuh karena penyakit polio,” tegasnya. (satar/hen)




Blitar ( pewarta-jatim.com ) Rasa kebersamaan dan keutuhan antara TNI dan Polri tentunya harus tetap terjaga walau masih banyak terdapat insiden - insiden kecil yang dilakukan oleh segelintir oknum saja.

Melalui acara ngontel bareng bersama TNI dan Polri dengan start di halaman Makodim 0808 Blitar Jumat. (04/03) akan menambah suasana menjadi segar kembali tanpa ada beban diantara kedua instansi ini, kesehatan amatlah penting dalam kehidupan kita sehari - hari. yang terpenting janganlah ada dusta diantara kita mari kita pupuk kembali rasa persaudaraan antara TNI dan Polri di wilayah Blitar ini, kalau kekompakan terjaga tentu jiwa korsa akan terbentuk dengan sendirinya sehingga rasa untuk saling menjaga dan melindungi juga akan terbentuk dengan sendirinya, begitulah kata Dandim 0808 Letkol Arh Surya Dani, ketika mengambil apel sebelum acara ngontel bareng alias olah raga bareng ini dilaksanakan... disisi lain dengan acara yang routin nanti kita laksanakan ini akan menambah hubungan tali silaturahmi yang semakin kental.... diantara kita, untuk event-event berikutnya nanti akan kita undang masyarakat agar turut ikut olah raga bersama - sama kita (hery)


Kediri (pewarta-jatim.com) -Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia merayakan ulang tahun ke-4, Rabu (2/3), di kantor pusat FAM Indonesia, Pare, Kediri, Jawa Timur. Memasuki tahun ke-5, FAM Indonesia bertekad membumikan literasi di hati anak negeri.
 
Puncak Milad ke-4 FAM Indonesia ditandai dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama. Sebelumnya, Tim FAM Indonesia dan anggota FAM lainnya yang berdomisili di kota-kota di Jawa Timur membedah novel “Senyum Gadis Bell’s Palsy” karya Sekjen FAM Indonesia, Aliya Nurlela.
 
Tampil sebagai pembicara Muhammad Subhan (Penulis & Ketum FAM Indonesia), Suprapno (Ketua FAM Cabang Tulungagung), dan Arifa (Guru) sekaligus menjadi moderator acara itu.
 
Pada kesempatan tersebut juga dikukuhkan nama-nama Pengurus FAM Cabang Lamongan yang dikoordinatori Fathurrahim Suyadi. Selain itu, siswa-siswa nominator dan pemenang lomba cipta puisi FAM Indonesia 2016 se-Kabupaten Kediri juga diundang mengikuti acara itu.
 
“Selamat Milad ke-4 FAM Indonesia. Semoga semakin jaya dan mencetak generasi penulis yang cerdas dan produktif,” ujar Qinawatun Nisa, siswi MA Hasanuddin Pare yang mengikuti acara tersebut.
 
Perayaan Milad dan bedah buku tersebut, menurut siswa lainnya sangat bermanfaat sebab mendekatkan mereka dengan para penulis yang telah berkarya sekaligus mereka dapat memetik ilmu dan pengalaman dari acara itu.
 
“Kami berterima kasih dapat mengikuti acara ini dan mengambil banyak ilmu bermanfaat. Setelah ini kami ingin aktif berkarya,” ujar Gusti, pelajar MA Maarif NU Kepung, Kediri.
 
Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela menyebutkan, di usia 4 tahun FAM Indonesia telah melalui proses panjang di dunia literasi, meski banyak yang harus dibenahi. Sejumlah cabang FAM di kota-kota besar di Indonesia telah terbentuk, dan anggota didominasi kalangan pelajar dan mahasiswa.
 
“Di tahun 2016 FAM Indonesia berupaya menjangkau keanggotaan yang lebih luas lagi, dan saat ini FAM Indonesia terbuka untuk umum dari berbagai latarbelakang,” ujar penulis novel “Lukisan Cahaya di Kota Galuh” ini.
 
Sementara Ketum FAM Indonesia, Muhammad Subhan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota FAM Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri yang telah ikut membesarkan komunitas ini.
 
“Tanpa keaktifan seluruh anggota FAM Indonesia, komunitas ini tidak pernah ada. Mari terus berkarya,” ujar Muhammad Subhan yang juga penulis novel “Rumah di Tengah Sawah”. (rel/ich)

lyddezign

{facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google-plus#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget