Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Budaya dan Pariwisata"



PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah menetapkan masa Angkutan Nataru 2019/2020 selama 18 hari, mulai 19 Desember 2019 sampai dengan 5 Januari 2020.
Untuk memastikan kesiapan menghadapi angkutan Nataru tersebut, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro bersama jajaran melakukan pemeriksaan langsung kesiapan Daop 7 Madiun pada Rabu (11/12). 
Edi menjelaskan, pemeriksaan tersebut akan difokuskan pada kesiapan sarana, prasarana, dan SDM.
“Kegiatan inspeksi ini untuk memastikan lagi kesiapan KAI menjelang peak season pada momen Natal dan Tahun Baru, yang sebentar lagi akan dimulai. Pengecekan dilakukan mulai dari kesiapan jalur, stasiun, pelayanan, hingga SDM. Saya meminta kepada seluruh pegawai KAI agar memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, khususnya selama momen Nataru ini,” ujar Edi.
Pada periode itu, KAI memprediksi akan ada kenaikan volume penumpang kereta api menjadi 5,9 juta penumpang. Atau naik 4 persen dibanding tahun 2018, yang hanya 5,6 juta penumpang.
Untuk mengakomodir lonjakan penumpang tersebut, KAI akan menjalankan 374 KA Reguler dan 30 KA Nataru atau total 404 Perjalanan KA. Jumlah ini naik 2 persen dibanding tahun 2018, yang hanya sebanyak 394 KA.
Tak hanya melakukan pemeriksaan langsung di Daop 7 Madiun, Dirut KAI Edi Sukmoro juga meresmikan Patung Bung Karno di Stasiun Blitar.
Patung tersebut akan menjadi icon, mengingat jasa Bung Karno sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia. Patung yang terbuat dari Resin dan memiliki skala 1 ; 1,6 ini dikerjakan di studio patung milik Ketut Winata di Bali.

"Patung tersebut diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga masyarakat, untuk berkunjung ke stasiun dan menggunakan kereta api sebagai moda transportasi andalan bagi warga masyarakat Blitar dan sekitarnya,” tutur Edi.
Dalam lawatannya, Edi juga meresmikan perubahan dua nama stasiun, yaitu Stasiun Barat menjadi Stasiun Magetan dan Stasiun Paron menjadi Stasiun Ngawi.
Selain itu, juga meresmikan ruang loket yang baru di tiga stasiun yaitu Stasiun Kediri, Kertosono, dan Jombang. Ruang Rapat Retno Dumilah, yang ada di Kantor Daop 7 Madiun pun turut diresmikan di Blitar.
Dalam perjalanan tersebut, juga dilakukan identifikasi titik-titik rawan yang harus dijaga ekstra. Mengingat Angkutan Nataru ini bertepatan dengan datangnya musim hujan, dan frekuensi perjalanan kereta api semakin banyak.
Ada 351 titik rawan di seluruh Jawa dan Sumatera yang perlu mendapatkan perhatian ekstra. Rinciannya, 99 titik rawan banjir, 157 titik rawan longsor, 85 titik amblesan, dan 10 titik pencurian.
Terkait hal itu, Edi siap menyiagakan 477 petugas pemeriksa jalur ekstra, 908 petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, 355 petugas posko daerah rawan ekstra, serta 11.191 personel keamanan yang bekerja sama dengan TNI-Polri.
Di samping itu, KAI juga menyediakan alat dan material yang ditempatkan tersebar di 192 titik. Dengan demikian, dalam keadaan darurat, perbaikan dapat segera dilakukan.
Khusus untuk Daop 7 Madiun, KAI telah menyiapkan 48 Petugas Penilik Jalan (PPJ) ekstra, 20 Penjaga Jalan Lintas (PJL) ekstra, dan 12 petugas Penjaga Daerah Rawan (PDR) ekstra. Total 80 petugas tambahan disiagakan untuk mengamankan perjalanan KA di sepanjang lintas Daop 7 Madiun.
Di samping itu, 374 personel keamanan yang terdiri dari 104 personel Polsuska, 214 personnel security, dan bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 66 personel siap memberikan rasa aman untuk para pelanggan kereta api di Daop 7 Madiun.
Untuk mendukung serta meningkatkan keselamatan perjalanan KA, Daop 7 Madiun telah menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang terdiri dari peralatan untuk situasi darurat di sembilan stasiun yaitu Stasiun Jombang, Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Walikukun, Blitar, Tulungagung, dan Kediri.
“Diharapkan, serangkaian pemeriksaan langsung yang dilakukan oleh Dirut KAI bersama jajaran dan persiapan oleh Daop 7 Madiun ini dapat membuat masa angkutan Nataru 2019/2020 zero accident. Terlebih, jalur ganda di Daop 7 yang membentang mulai dari Jombang, Jawa Timur sampai Kedungbanteng, Jawa Tengah sepanjang 131 kilometer telah resmi beroperasi,” tutup Edi. 



BLITAR  - Kesan musik Keroncong sebagai musik jaman semoNow ( jadul. Red ) sirna sudah kala menyaksikan penampilan anak - anak muda Kota Blitar yang dengan rancak dalam memainkan instrumen musik Keroncong dengan persembahan lagu - lagu jaman Now pada Pentas Periodik Musik Keroncong yang digelar  Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan/Disparbud Pemerintah Kota Blitar bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kota Blitar dipelataran barat Stadion Soeprijadi, Sabtu ( 10/3 ).

Seperti pada malam ini penampilan Orkes Keroncong Sakura yang mendapat giliran tampil membawakan lagu - lagu kekinian dalam irama musik Keroncong mendapat apresiasi dari penikmat musik Keroncong di Bumi Bung Karno Kota Blitar dengan sangat antusias. Para penikmat musik Keroncong mendapat suguhan musik Keroncong yang secara periodik dipentaskan oleh grup - grup musik Keroncong di berbagai tempat salah satunya di pelataran barat Stadion Soeprijadi.

Menurut penjelasan Ketua Dewan Kesenian Kota Blitar, Andrias Edison dalam kesempatan wawancara dengan Reporter NusantaraExpress.Com  mengatakan bahwa " tujuan diselenggarakannya pentas musik Keroncong ini untuk membangkitkan kembali kesenian - kesenian tradisi dalam cakrawala kesenian Indonesia dan menggugah semangat anak muda untuk mencintai dan melestarikan musik asli Indonesia diantaranya musik Keroncong ", terangnya.


Harapannya irama musik Keroncong sebagai musik khas Indonesia akan terus eksis dan terpelihara sebagai jenis musik yang dapat dimainkan seluruh generasi dari masa ke masa. (HEN/ICH)  


Bondowoso (pewarta-jatim.com) - Banyak cara di setiap daerah untuk memeriahkan Hari santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober dengan berbagai kegiatan.
Seperti  Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Bondowoso menggelar Festival Mural, sebagai wujud kecintaan kepada perjuangan Santri dan Kyai dalam usaha memperjuangkan dan mempertahankan NKRI dari penjajahan.
 Festival Mural tersebut merupakan rangkaian acara puncak kegiatan memperingati Hari Santri Nasional 2017 di Bondowoso.
"Peringatan Hari Santri tahun ini kita laksanakan dengan mengadakan Festival Mural dengan tema ‘Jangan Sekali-Kali Hilangkan Jasa Ulama (Jas Hijau)’," tutur Ketua IKA PMII Bondowoso, Asnawi Sabil, Sabtu (21/10/2017) di Aloon-aloon Bondowoso.
Selain Festival Mural, IKA PMII juga sebelumnya menggelar Liga Santri yang diikuti oleh 16 Sekolah yang ada di Bondowoso. 

Peserta dalam Festival Mural tersebut, terdiri dari Pondok Pesantren, Sekolah Swasta maupun Negeri, SKPD, serta masyarakat umum dalam bentuk lukisan berukuran 240cm x 120cm. 
"Kami mengekspresikan kecintaan kami terhadap ulama dan santri dalam bentuk lukisan. Para santri ini adalah penerus perjuangan Ulama', semoga mampu meneruskan perjuangan beliau seperti Mbah Hasyim dalam memperjuangkan NKRI demi keutuhan bangsa dan negara," Ujar Moh Lutfi Yazid. Mahasiswa semester 3 Universitas Jember yang rela jauh-jauh datang dari Jember hanya untuk memperingati peringatan hari santri di Kota Tape ini. Senada dengan lutfi, vandem salah satu peserta dari paguyuban kemapata blitar berharap di Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober besok,  para santri masa kini dan masa depan, baik yang di pesantren maupun di luar pesantren, dan seluruh anak bangsa, dapat selalu memperkuat jiwa religius keislaman dan sekaligus juga jiwa nasionalisme-kebangsaan.
Festival Mural Hari Santri Nasional ini dilaksanakan di Alun-alun RBA Ki Ronggo. Selain itu, ada lomba foto selfie berlatar belakang lukisan mural untuk umum. 
Acara Festival Mural tersebut, disponsori oleh pihak Bank Jatim dengan memperebutkan Piala Tropy Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dafir, yang juga sebagai pencetus Jas Hijau. 


Malang (pewarta-jatim.com) - Dinas PU Bina Marga adalah salah satu Dinas yang bersentuhan langsung dengan pertumbuhan ekonomi dari berbagai bidang.
Terlihat dalam penerimaan penghargaan yang di gelar di hotel Mulia Jakarta Kamis(22/9/16) beberapa waktu lalu, Sekda Kabupaten Malang didampingi beberapa Kepala SKPD di antaranya Kepala Dinas PU Bina Marga yakni Ir.Moch Anwar.

Kabupaten Malang juga termasuk salah satu daerah terluas di Provinsi Jawa Timur,nomor dua setelah Kab Banyuwangi yang kali ini meraih kategori platinum dan berada pada peringkat 10 besar nasional.
Sedangkan untuk, Kategori Potensial Pariwisata, Kabupaten Malang juga berhasil meraih indek poin 66,38. 
Dua kategori Penghargaan yang diraih sekaligus, dalam ajang Indoneaia Attractiviness Awards  tersebut dikhususkan bagi, provinsi, kota maupun kabupaten yang dianggap berhasil dalam pertumbuhan ekonomi dan daya saing yakni kategori penghargaan sebagai Kabupaten terbaik dan Kabupaten/Kota Potensial Pariwisata.

Perlu kita ketahui dalam Kategori Kabupaten terbaik, Kabupaten Malang berhasil mengumpulkan IP (indeks poin) 80,54.
Dalam penilaian penghargaan tersebut, telah dilakukan melalui observasi dan survey yang dilakukan oleh tim Frontier Consulting Group dan Tempo Media Group dan Indonesia Attractiviness Awards merupakan penghargaan yang diberikan bagi daerah-daerah yang berhasil meningkatkan perekonomian dalam segala bidang dan juga  pertumbuhan investasi.
Kepala Dinas PU Bina Marga Kab Malang, Ir.Moch Anwar Selasa(27/9/16)mengatakan, Bina Marga adalah salah satu Dinas yang bersentuhan langsung dengan pertumbuhan ekonomi dari berbagai bidang, antara lain Pariwisata.

Ir.Moch Anwar menjelaskan, "Wisata yang ada di Kab Malang, bukan hanya dikenal oleh wisatawan lokal saja, akan tetapi, sudah dikenal hingga wisatawan mancanegara. Oleh karenanya menurut Anwar, Melihat dari potensi wisata di Kab Malang yang cukup besar, Dinas PU Bina Marga selaku Dinas yang bersentuhan langsung dengan pertumbuhan ekonomi khususnya wisata, sangat optimis dalam pembangunan infastruktur utamanya peningkatan dan pelebaran jalan ataupun wacana lainnya menuju akses wisata. 

"Melihat dari potensi wisata yang ada di Kab Malang dan beberapa penghargaan yang di raih,maka kami akan selalu optimis dalam pembangunan infrastruktur di Kab Malang,khususnya jalan menuju kawasan wisata yakni peningkatan dan pelebaran jalan",jelas pria yang di kenal ramah itu.

Masih menurut Anwar, "jika akses jalan menuju wisata bagus dan lebar,maka arus lalulintas akan lancar dan tidak akan ada kendala,aerta hal ini yang pastinya akan menambah daya tarik bagi para pengunjung.

Bukan hanya itu saja, hingga nantinya, wisata yang ada di Kab Malang bisa lebih terkenal dan mempunyai nilai jual yang tinggi,dan juga bisa bersaing dengan wisata di daerah lain",katanya.

Di tambahkannya, "Hal ini demi untuk kelancaran roda perekonomian serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kab Malang, dan untuk kemajuan daerah Kabupaten Malang itu sendiri",jelas Anwar.(sel/tut)





Malang (pewarta-jatim.com)  -  Peringatan selamatan desa Selorejo kecamatan Dau sangat istimewa, pasalnya pada tahun ini bertepatan dengan peringatan kemerdekaan RI ke 71 tahun. Selamatan desa sendiri dilakukan setiap satu ta hun sekali oleh mesyarakat sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.Kegiatan bersih desa sekaligus peringatan HUT RI ke - 71 tahun ini dipusatkan dikantor desa pada hari Jumat (19/8) lalu.

Kepala desa Selorejo, Bambang Soponyono mengatakan  pada wartawan kegiatan bersih desa atau selamatan desa ini merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT yang mana dalam waktu satu tahun ini masyarakat telah diberikan riski dan kesehatan, selain itu bertujuan untuk mendoakan para sesepuh desa yang babat alas desa Selorejo, para leluhur yang telah meninggal dan menghidupkan tradisi yang semakin tahun mulai hilang sebagai warisan budaya bangsa. Kedepan semoga masyarakat desa Selorejo lebih sejaterah lagi," Gemah Ripah Lojinawih" serta tercipta suasana yang aman, tentram,  dan makmur. Semangat dan kebersamaan serta kerukunan masyarakat patut kita diacungi jempol untuk kemeriahan memperingati HUT RI ke 71 tahun sekaligus bersih desa.

Rangkaian kegiatan bersih desa dan peringatan kemerdekaan pada malam harinya kamis tanggal 18 agustus diawali dengan pengajian dan doa bersama yang dikemas dalam bentuk malam tasylkuran bertempat dihalaman kantor desa, kemudian dilanjutkan kirim doa ke punden punden untuk mendoakan para leluhur. Kirim doa ini dilakukan setelah malam syukuran, sekitar pukul 11 sampai jam 12 malam. Didesa ini ada 3 punden yang dikeramatkan yang letaknya ada di 3 dusun masing - masing dusun Krajan punden/ makam mbah H.Tohrejo, dusun Selokerto punden mbah Sempar dan dudun Gumuk punden mbah Kertosari.

Pagi harinya juga dilaksanakan kirim doa di masing - masing punden seluruh masyarakat berbondong - bondong membawa ancak untuk berdoa bersama. pada jam 8.30 Wib seluruh masyarakat desa Selorejo menuju kantor desa untuk mengikuti pengajian terbang jidor dan prosesi jabutan opak. Pada prosesi jabutan ini ada 20 opak yang dilombakan untuk memperebutkan juara pertama sampai ke tiga dengan total hadiah Rp 2.250.000 sebagai uang pembinaan. masing - masing  juara pertama mendapat hadiah sebesar 1 juta rupiah plus tropi, juara ke 2 mendapat hadiah Rp 750.000 plus tropi dan juara ke 3 mendapat hadiah Rp 500.000 plus tropi. Ada 20 RT yang mengikuti lomba opak, masing - masing RT menghias opak dengan berbagai macam bentuk yang unik salah satunya ada yang di hias seperti burung merak dan masih banyak lagi hiasan yang tak kalah menarik dan unik ini semua adalah bentuk kreatifitas warga dan bukti cintanya kepada desanya bukan semata mata untuk mengejar hadiah." ujar Bambang".
Suasana bersih desa bertambah meriah saat prosesi jabutan opak berlangsung, semua warga masyarakat membaur jadi satu untuk berebut opak yang konon katanya prosesi ini jabutan ini adalah berkah. Biasanya bersih desa dilaksanakan pada tiap bulan jawa dan harinya adalah jumat legi ( manis) atau jumat wage dalam hitungan jawa. tahun ini menjadi sangat istimewah karena bertepatan dengan hari ulang tahun bangsa Indonesia yang ke 71 tahun. Oleh karenanya selain bersih desa juga ada kegiatan karnaval dalam rangka memperingati hari kemerdekaan.
Setelah prosesi jabutan opak pada siang harinya dilaksanakan karnaval yang diikuti oleh masing - maaing RT.  karnaval ini juga dilombakan untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp 2.250.000. Masing - masing untuk juara 1 sebesar 1 juta rupiah plus tropi, juara II Rp 750.000, juara III Rp 500.000. Seluruh peserta berangkat dari pintu masuk desa Selorejo menuju kantor desa dengan jarak kurang lebih 3 km. Penampilan para peserta sangat memukau dan menghibur ini terlihat banyaknya kreatifitas yang ditampilkan mulai kesenian tradisional sampai modern.

Puncak acara bersih desa dan peringatan hari kemerdekaan dilaksankan pada hari sabtu tanggal 20 agustus. Pada acara ini akan diumumkan juara lomba opak dan karnaval sekaligus pemberian hadiah bagi para pemenang.  Acara ditandai  dengan pesta kembang api. masyarakat dihibur oleh penampilan kesenian tari dari siswa - siswi SDN selorejo 01. hingga waktu yang ditunggu tiba. Untuk juara pertama lomba opak berhasil diraih oleh RT 08 , juara ke dua RT 09, juara ketiga RT 12 Dan untuk juara karnaval RT 01berhasil meraih juara pertama, RT 12 juara dua, dan RT 08juara tiga.

Masih menurut Bambang, pada kesempatan ini atas nama pribadi dan pemerintahan desa Selorejo mengucapkan selamat bagi para pemenang dan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak dan masyarakat atas bantuan dukungannya sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar semoga ditahun tahun yang akan datang kita semua khususnya masyarakat desa Selorejo selalu dalam lindungannya dan lebih baik lagi "harapnya". (sel/tut)



Blitar (pewarta-jatim.com)- Ribuan masyarakat dari Kabupaten Blitar dan kota - kota di Jawa Timur membajiri Kanigoro yang merupakan ibukota Kabupaten Blitar  yang sedang menyongsong Hari Jadi Blitar Ke - 692 dengan menghelat acara akabar Jatim Specta Night Carnival Tahun 2016, dimana Kabupaten Blitar untuk ketiga kalinya acara akbar JSN Carnival ini ditunjuk Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Jawa Timur menjadi tuan rumah; setelah dua kali acara ini diselenggarakan di Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Banyuwangi.

Parade Seni Budaya Jawa Timur " Jatim Specta Night Carnival " ini terselenggara sebagai agenda tahunan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Jawa Timur, seperti penjelasan Kepala Disbupar, H. Jarianto pada sesi jumpa Pers dengan para awak media pada Sabtu ( 30/7 ) disebuah hotel ternama di Kota Blitar  " dimaksudkan sebagai upaya pengembangan dan pemanfaatan kesenian, membuka secara luas bagi seniman dan seluruh lapisan masyarakat yang berkepentingan dibidang kesenian untuk menyalurkan bakat dan kreatifitasnya dalam berolah kesenian dan para pelaku seni tetap eksis ditengah jamannya. Kesenian akan tetap hidup apabila didalamnya ada kreatifitas, baik kreatifitas dalam memproduksi, menggelar, berpromosi maupun sosialiasi serta kreatif dalam menghidupi dirinya sendiri ", jelasnya. 

Acara JSN Carnival tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Disbudpar Provinsi Jawa Timur dan dilaksanakan di Kabupaten Blitar, dikemas secara apik dalam rangkaian kegiatan menyongsong Hari Jadi Blitar Ke - 692 yang jatuh pada tanggal 5 Agustus 2016 dan disemarakkan dengan kegiatan Pameran & Bazar Produk Unggulan Kabupaten Blitar untuk meningkatkan promosi " Ayo Bela & Beli Produk Blitar " yang beberapa waktu lalu telah diluncurkan oleh Bupati Blitar dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur dalam acara akbar juga di Blitar Agro Festival 2016 dengan prestasi pemecahan 2 Rekor MURI.

Perhelatan Akbar Jatim Specta Night Carnival 2016 secara resmi dibuka oleh Wagub. Jawa Timur, Gus Ipul dimana sebelumnya juga ditampilkan persembahan seni budaya Kabupaten Blitar antara lain pentas Dalang Cilik, Karawitan Anak - anak yang telah menyabet prestasi Nasional dan pernah tampil di Istana Negara serta sebagai puncak acara ditampilkan Parade Seni Budaya Jawa Timur oleh 28 Kabupaten/Kota se Jawa Timur serta ditambah peserta kehormatan dari Kabupaten Bantul - Daerah Istimewa Jogjakarta dengan para penampil yang sangat spektakuler. "  Jawa Timur menuju Provinsi Festival di tahun 2017 " . ( bas/ich )




Malang (pewarta-jatim.com) - Dilihat dari letak geografis wilayah Kabupaten Malang terdiri dari 33 kecamatan yang yerbagi 390 desa dengan dikelilingi pegunungan dan lautan, ternyata akan mempertahankan dan mengembangkan wisata religinya. Mengapa demikian, karena masyarakat di daerah ini masih erat dengan sejarah nenek moyangnya. 

Bupati Malang Rendra Kresna, mengatakan bahwa karakteristik beberapa desa di wilayahnya beraneka ragam."Desa di Kabupaten Malang ini, ada yang berbasis gunung, lautan, sayuran, dan berbasis ritual religi yang masih pertahankan adatnya," kata dia, Senin (27/6).
Dijelaskannya, ada salah satu desa yang ada di wilayah timur sampai sekarang masih mempertahankan adatnya yaitu desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo. Terbukti, tambah Rendra, desa ini masih menggunakan tradisi lama dengan menggunakan pemanas yang terbuat dari tanah liat
 "Untuk pemanas biasanya di kota menggunakan listrik, tetapi kalau di desa Ngadas menggunakan tanah liat atau istilahnya pawonan, dan di desa ini sebagian besar warganya penganut agama Hindu," ujar dia.

Lebih lanjut dikatakan olehnya, sebenarnya masih banyak daerah religi yang masih memegang adat juga mempertahankan situs candi seperti daerah Kecamatan Singosari dengan beragam candinnya, bahkan daerah ini juga memiliki candi Duarapala yang beratnya 60 ton dibuat dari batu utuh yang mana candi ini terbesar di dunia.
Rendra menegaskan, untuk saat ini existing wisatawan baik berasal dari asing atau dalam negeri mencapai 3.700 wisatawan. "Yang jelas, selama lima tahun ke depan, selain wisata pantai dan pegunungan, kita akan kembangkan dan  jual wisata kawasan desa adat. Dan, jumlah wisatawan masih bisa dikembangkan," pungkas dia.( put/ich )







Malang (pewarta-jatim.com) -  Berwisata memang hal­ yang biasa dilakukan ketika liburan. Tap­i, pernahkah anda berwisata di tempat yan­g tidak biasa. Tempat yang tidak mainstre­am? Ada baiknya anda mengunjungi salah sa­tu pantai Yang indah dan mainstream, "Pan­tai Ungapan" adalah salah satu pantai yan­g terletak di selatan Kab Malang, Jawa Ti­mur.

Pantai ini terletak tidak jauh dari pusa­t kota Kab Malang, hanya 1 jam perjalanan­. Yang menjadikan pantai ini istimewa ada­lah keberadaanya yang masih sangat alami,­ belum terlalu dijamah oleh manusia.
Dari atas bukit di sepanjang jalan Linta­s Selatan, tampak perpaduan birunya panta­i, putihnya pasir, dan hijaunya perbukita­n, sungguh pemandangan yang indah.

Setelah berlelah-lelah menjalani perjalan­an , anda akan disuguhi suasana pantai ya­ng tenang.
Inilah yang menjadi daya tarik dari panta­i Yang Ada di Kab Malang, salah satunya p­antai Ungapan. Terlihat sebuah tebing kar­ang yang selalu ditabrak ombak dan mengha­silkan deburan yang sangat menawan.
Jumat 3/6/16 malam, Dinas Pendidikan yan­g bekerjasama Dinas Pariwisata, Dinas Bin­a Marga, Dinas Cipta Karya serta Badan Li­ngkungan Hidup, gelar acara pemilihan sek­aligus penganugrahan Duta Pantai, Dan di­ rangkai Dengan pengukuhan Dewanata Prosa­kh sebagai pembina Kawula Muda Bersatu (K­MB) Kab Malang oleh Bupati Malang.


Terlihat hadir Bupati Dan wakil Bupati Ma­lang,para SKPD Dan jajarannya, Muspida Ka­b Malang Dan ribuan masyarakat Yang turut­ memeriahkan kegiatan tersebut.
Bupati Malang berpesan, kepada Duta Pantai Yang terpilih agar bisa menjadi ikon pariwisata dan k­ebudayaan. Mereka diharapkan menjadi citr­a teladan generasi muda Indonesia yang di­namis, kreatif dan cerdas, juga menjadi u­jung tombak Dinas Pariwisata dalam mempro­mosikan kepariwisataan di Kab Malang.(sel/ich)


Blitar (pewarta-jatim)- Mengawali rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Jadi Kota Blitar Ke - 110 digelar Tasyakuran " Kendoeri Rakyat " pada Kamis ( 31/3 )
di Jalan Merdeka, selatan aloon - aloon Kota Blitar yang dihadiri dua ribu undangan bersama Walikota, Wakil Walikota, DPRD Kota Blitar, Sekretaris Daerah beserta seluruh Kepala SKPD, Forkopimda, Komandan Batalyon 511, Ketua Pengadilan Negeri dan undangan dari berbagai elemen masyarakat.

 Dalam laporan pelaksanan kegiatan yang disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum, Wikandrio, SH bahwa  " Kendoeri Rakjat " dalam rangka Hari Jadi Kota Blitar Ke - 110 Tahun 2016 dimaksudkan sebagai wujud  rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan nikmat yang dianugerahkan kepada Kota Blitar dan dalam rangka menyambut datangnya Hari Jadi Kota Blitar yang ke - 110; dimana dalam acara ini pemerintah bersama masyarakat Kota Blitar menyelenggarakan tasyakuran yang disebut " Kendoeri Rakjat " karena kegiatan ini diselenggarakan dari, oleh dan untuk rakyat Kota Blitar. Selain itu acara ini juga sebagai wahana berdoa bersama agar Kota Blitar senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan dan kebahagiaan lahir batin, juga dalam rangka mempererat ikatan silaturahmi, kebersamaan dan kegotong - royongan sesuai dengan prinsip Rukun Agawe Santoso.

Dalam sambutan pengarahan Walikota Blitar yang sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat Kota Blitar agar lebih semangat dan optimis dalam menyukseskan pembangunan berdasarkan prinsip APBD Pro Rakyat. Walikota juga mengapresiasi masyarakat Kota Blitar yang tetap menjaga kebersamaan dan kerukunan, dan hal ini telah dibuktikan dari berbagai kegiatan.

Setelah acara sambutan pengarahan Walikota Blitar selanjutnya acara dilanjutkan dengan memanjatkan doa pengantar dan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MUI Kota Blitar serta pemotongan tumpeng dan pelaksanaan " Kendoeri Rakjat " bersama seluruh elemen masyarakat. (hen/ich)

Blitar (pewarta-jatim.com) - Pemerintah Kota Blitar dalam waktu dekat bakal memugar rumah masa kecil atau Istana Gebang Presiden pertama RI, Soekarno. Pemkot telah mengalokasikan anggaran Rp600 juta untuk menjadikan Istana Gebang sebagai wisata unggulan selain makam Bung Karno. "Alokasi anggaran di Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Dispirbudpar)," ujar Kepala Dinas Disporbudpar Pemkot Blitar Tri Iman Prasetyono, Minggu (27/3/2016).

Istana Gebang atau akrab disebut Ndalem Gebang merupakan rumah milik Ny Soekarmini alias Bu Wardoyo, kakak kandung Bung Karno. Di rumah berarsitektur priyayi itu Bung Karno menjalani kehidupan kecilnya. Hingga jadi Presiden Indonesia, Bung Karno juga masih menyempatkan diri menghabiskan waktu di Ndalem Gebang. Pemkot Blitar telah membeli tempat peristirahatan itu dari ahli waris dan mengubahnya menjadi Museum Bung Karno.

"Pemugaran ini merupakan tahap awal," terang Tri yang menegaskan bahwa Pemkot akan membenahi pagar museum dan menata lokasi pedagang souvenir. Rencananya akan ada penambahan lokasi dagang dan renovasi di luar bangunan utama.

"Namun dijamin tidak akan mengubah orisinalitas bangunan yang sudah ada," jelas Tri Iman yang menambahkan bahwa pemugaran secara keseluruhan menghabiskan biaya sebesar Rp40 miliar.

Selain pembenahan, pemkot juga akan mengumpulkan seluruh benda sejarah yang terkait dengan Bung Karno. Karenanya, pengajuan bantuan ke pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Timur telah dilakukan.
"Harapannya adalah menjadikan Museum Bung Karno sebagai unggulan wisata di Kota Blitar," pungkasnya. (red)


Riandhani Yudha Pamungkas, mahasiswa Program Studi Televisi dan Film (PSTF) Fakultas Sastra Universitas Jember menjadi juara pertama kompetisi video perjalanan komunitas motor (touring) yang bertajuk Levi’s Journey 2016. Kompetisi ini diselenggarakan oleh majalah motor online thegaspol.com, bekerja sama dengan produsen celana jeans, Levi’s. Sebagai apresiasi atas pencapaian ini, Rian mendapatkan hadiah berupa uang sebesar 50 juta rupiah yang diserahkan oleh perwakilan Levi’s di Jakarta, 11 Maret 2016 lalu.
Uniknya, Rian menjadikan keindahan pantai Bandealit yang berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri sebagai lokasi pengambilan gambar video touring-nya. “Saya sengaja mengangkat keindahan pantai Bandealit yang masih alami, sekaligus ingin mengenalkan kekayaan potensi tempat wisata di Jember, jadi tidak hanya Pantai Papuma saja,” ujar mahasiswa angkatan tahun 2012 ini memulai kisahnya. Dalam videonya, Rian melibatkan sepuluh anggota komunitas Raung Adventure Trail Jember sebagai aktor utamanya. Sementara untuk pengambilan gambar dilakukan selama dua hari satu malam, dengan melibatkan tiga orang kru termasuk Rian yang bertindak selaku konseptor sekaligus sutaradara. Dalam pengerjaan video ini, Rian selain dibantu oleh kawan-kawan dan dosen di PSTF Fakultas Sastra Universitas Jember.
Menurut Rian, konsep video yang dibuatnya berangkat dari riset akan kekuatan dan keunikan produk, yang dikemudian disandingkan dengan karakter komunitas Raung Trail Adventure sebagai komunitas motor yang sering beraktivitas di alam bebas. Konsep tersebut digambarkan oleh Rian melalui adegan-adegan yang menampilkan semangat pantang menyerah, loyalitas, dan kerjasama dalam menghadapi segala rintangan. “Kebetulan proses shooting-nya sendiri penuh perjuangan, mulai dari jalan menuju pantai Bandealit yang buruk, sampai drone yang digunakan untuk pengambilan gambar sempat jatuh hingga rusak,” ujar Rian mengenang masa pengambilan gambar yang dilakukan tanggal 25 dan 26 Februari 2016 lalu.
Kerja keras Rian terbayar lunas, dewan juri yang terdiri dari enam orang menilai video bikinan Rian memiliki cerita yang kuat, pengambilan gambar yang bagus, dan dihiasi lagu yang mendukung, sehingga layak diganjar sebagai juara pertama. “Hadiahnya akan saya gunakan untuk membiayai pembuatan film dokumenter non narasi mengenai daerah Tapal Kuda sebagai tugas akhir. Saat ini pengerjaannya masih berjalan 20 persen,” pungkas Rian yang kini sudah mendapatkan tawaran bekerja dari beberapa pihak, selepas wisuda nanti. (iim/lut)




Jember (pewarta-jatim.com) - Usaha kuliner rupanya saat ini banyak diminati oleh kalangan mahasiswa Universitas Jember yang mencoba belajar memulai bisnis. Hal ini dibuktikan dari 33 usulan usaha yang lolos mendapatkan dana melalui Program Wirausaha Mahasiswa (PMW) Universitas Jember, 25 proposal usaha berupa bisnis kuliner. Tengok saja usaha seperti Seblak Abah Pasundan, P-Best (Pentol Berselimut), Roti Pasir, SITIK (Nasi Stik) dan deretan usaha dengan nama unik nan kreatif lainnya.   
Menurut Dewi Prihatini, PhD, anggota Task Force PMW Universitas Jember 2015, pada tahap awal tercatat tigaratusan proposal usaha yang masuk. Proposal usaha ini kemudian wajib melalui dua tahapan seleksi. Seleksi tahap pertama meliputi kelayakan bussines plan, kelengkapan administrasi, dan keunikan usaha. Seleksi tahap pertama meloloskan 95 peserta. Mereka kemudian menjalani seleksi tahap kedua berupa psikotes dan wawancara. “Pada seleksi tahap kedua ini kami menganjurkan peserta yang memiliki proposal usaha yang sama untuk berkelompok. Akhirnya ada 33 usaha yang kita danai,” jelas Dewi di sela-sela kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) peserta PMW 2015 (17/3). Selain usaha kuliner, terdapat juga usaha layanan kost, peternakan, pertanian dan lainnya.
Selanjutnya Dewi menjelaskan, dalam PMW 2015 ini seluruh mahasiswa yang lolos seleksi telah mendapatkan bantuan modal sesuai dengan yang mereka ajukan. Saat ini mereka sudah dalam proses menjalankan usaha sesuai dengan proposal yang diajukan. “Nantinya tiap penerima bantuan modal, wajib melaporkan perkembangan usaha yang mereka jalankan secara berkala. Untung ataupun rugi mereka wajib melaporkan pada kami selaku tim Monev, dan jangan lupa mereka punya kewajiban melakukan pengembalian modal,” ujar dosen Fakultas Ekonomi ini.
Dewi juga mengamati, trend mahasiswa terjun dalam dunia usaha kuliner, karena dalam usaha kuliner relatif tidak diperlukan banyak modal yang harus diinvestasikan. “Mungkin cukup dengan modal lima ratus ribu mereka sudah bisa memulai usaha kuliner yang mereka inginkan, itu sudah termasuk peralatan dan bahannya, tentunya hal ini cukup ekonomis bagi kantong mahasiswa,” katanya. Dewi lantas menambahkan, usaha kuliner memang selalu banyak peminat. Bisnis makanan itu tidak ada matinya, karena semua orang butuh makanan, baik makanan utama atau camilan.
Pendapat Dewi ini dibenarkan oleh salah seorang penerima bantuan dana PMW 2015, Mika Novilianingtyas. Mika mengaku memilih bisnis bidang kuliner karena dipandang sebagai usaha yang menjanjikan. Menurutnya bisnis makanan adalah bisnis yang tidak akan ada matinya. Mika bersama dua orang kawannya sepakat memulai usaha kuliner Seblak Abah Pasundan dengan modal empat juta rupiah yang didapat dari PMW 2015. “Seblak ini kan di Jember belum banyak yang jual. Kebetulan ada kawan saya yang asli Pasundan yang paham betul mengenai masakan seblak, kami modifikasi baik dari rasa maupun topping-nya dan jadilah seblak yang enak, nikmat dan mantap,” papar mahasiswi Fakultas Sastra berpromosi. Pilihan membuka usaha seblak juga didorong ketersediaan bahan baku yang berlimpah, sehingga memudahkan dalam proses produksi.
Kini, Mika dan kawan-kawan dalam seharinya mampu memproduksi 30 sampai dengan 40 porsi seblak dengan omset rata-rata tiga ratus sampai empat ratus ribu rupiah. “Setiap porsi kami jual dangan harga enam ribu sampai sepuluh ribu rupiah, tergantung dengan topping dan ukuran porsi yang diinginkan. Alhamdulillah, selama ini tidak pernah kosong dari pesanan. Kami juga membuat perhitungan yang cermat, agar setiap kali produksi tidak ada sisa, apalagi seblak yang basi,” ujar gadis asal Purbalingga yang lebih memilih memasarkan seblaknya secara online.(mun/lid/iim)   

lyddezign

{facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google-plus#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget