Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Peristiwa"



PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah menetapkan masa Angkutan Nataru 2019/2020 selama 18 hari, mulai 19 Desember 2019 sampai dengan 5 Januari 2020.
Untuk memastikan kesiapan menghadapi angkutan Nataru tersebut, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro bersama jajaran melakukan pemeriksaan langsung kesiapan Daop 7 Madiun pada Rabu (11/12). 
Edi menjelaskan, pemeriksaan tersebut akan difokuskan pada kesiapan sarana, prasarana, dan SDM.
“Kegiatan inspeksi ini untuk memastikan lagi kesiapan KAI menjelang peak season pada momen Natal dan Tahun Baru, yang sebentar lagi akan dimulai. Pengecekan dilakukan mulai dari kesiapan jalur, stasiun, pelayanan, hingga SDM. Saya meminta kepada seluruh pegawai KAI agar memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, khususnya selama momen Nataru ini,” ujar Edi.
Pada periode itu, KAI memprediksi akan ada kenaikan volume penumpang kereta api menjadi 5,9 juta penumpang. Atau naik 4 persen dibanding tahun 2018, yang hanya 5,6 juta penumpang.
Untuk mengakomodir lonjakan penumpang tersebut, KAI akan menjalankan 374 KA Reguler dan 30 KA Nataru atau total 404 Perjalanan KA. Jumlah ini naik 2 persen dibanding tahun 2018, yang hanya sebanyak 394 KA.
Tak hanya melakukan pemeriksaan langsung di Daop 7 Madiun, Dirut KAI Edi Sukmoro juga meresmikan Patung Bung Karno di Stasiun Blitar.
Patung tersebut akan menjadi icon, mengingat jasa Bung Karno sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia. Patung yang terbuat dari Resin dan memiliki skala 1 ; 1,6 ini dikerjakan di studio patung milik Ketut Winata di Bali.

"Patung tersebut diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga masyarakat, untuk berkunjung ke stasiun dan menggunakan kereta api sebagai moda transportasi andalan bagi warga masyarakat Blitar dan sekitarnya,” tutur Edi.
Dalam lawatannya, Edi juga meresmikan perubahan dua nama stasiun, yaitu Stasiun Barat menjadi Stasiun Magetan dan Stasiun Paron menjadi Stasiun Ngawi.
Selain itu, juga meresmikan ruang loket yang baru di tiga stasiun yaitu Stasiun Kediri, Kertosono, dan Jombang. Ruang Rapat Retno Dumilah, yang ada di Kantor Daop 7 Madiun pun turut diresmikan di Blitar.
Dalam perjalanan tersebut, juga dilakukan identifikasi titik-titik rawan yang harus dijaga ekstra. Mengingat Angkutan Nataru ini bertepatan dengan datangnya musim hujan, dan frekuensi perjalanan kereta api semakin banyak.
Ada 351 titik rawan di seluruh Jawa dan Sumatera yang perlu mendapatkan perhatian ekstra. Rinciannya, 99 titik rawan banjir, 157 titik rawan longsor, 85 titik amblesan, dan 10 titik pencurian.
Terkait hal itu, Edi siap menyiagakan 477 petugas pemeriksa jalur ekstra, 908 petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, 355 petugas posko daerah rawan ekstra, serta 11.191 personel keamanan yang bekerja sama dengan TNI-Polri.
Di samping itu, KAI juga menyediakan alat dan material yang ditempatkan tersebar di 192 titik. Dengan demikian, dalam keadaan darurat, perbaikan dapat segera dilakukan.
Khusus untuk Daop 7 Madiun, KAI telah menyiapkan 48 Petugas Penilik Jalan (PPJ) ekstra, 20 Penjaga Jalan Lintas (PJL) ekstra, dan 12 petugas Penjaga Daerah Rawan (PDR) ekstra. Total 80 petugas tambahan disiagakan untuk mengamankan perjalanan KA di sepanjang lintas Daop 7 Madiun.
Di samping itu, 374 personel keamanan yang terdiri dari 104 personel Polsuska, 214 personnel security, dan bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 66 personel siap memberikan rasa aman untuk para pelanggan kereta api di Daop 7 Madiun.
Untuk mendukung serta meningkatkan keselamatan perjalanan KA, Daop 7 Madiun telah menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang terdiri dari peralatan untuk situasi darurat di sembilan stasiun yaitu Stasiun Jombang, Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Walikukun, Blitar, Tulungagung, dan Kediri.
“Diharapkan, serangkaian pemeriksaan langsung yang dilakukan oleh Dirut KAI bersama jajaran dan persiapan oleh Daop 7 Madiun ini dapat membuat masa angkutan Nataru 2019/2020 zero accident. Terlebih, jalur ganda di Daop 7 yang membentang mulai dari Jombang, Jawa Timur sampai Kedungbanteng, Jawa Tengah sepanjang 131 kilometer telah resmi beroperasi,” tutup Edi. 




BLITAR,  - Setelah lebih dari lima tahun sebanyak 321 petani yang tergabung di Paguyuban Petani Kelud Makmur/PPKM yang menggarap kebun Kruwuk melalukan pelaporan kepada aparat penegak hukum dipicu adanya pembalakan liar yang terjadi pada  12 Nopember 2019 dan sebagai upaya menuntut keadilan atas hak pengelolaan perkebunan Kruwuk, dimana hak pengelolaan pengusahaan/HGU dari PT. Rotorejo Kruwuk telah habis masa berlakunya akhir Desember 2009 dan semestinya status perkebunan Kruwuk kembali sebagai tanah negara.

Menurut penjelasan Ketua PPKM, Pitoyo saat wawancara dengan awak media menjelaskan bahwa "  kami petani Kelud Makmur sudah menggarap lahan di perkebunan Kruwuk yang merupakan tanah negara sudah kami garap sejak 2013, dan selama ini kami selalu mendapatkan perlakuan yang kami anggap sebagai bentuk kriminalisasi terhadap petani penggarap. Perkebunan Kruwuk telah kembali sebagai tanah negara sejak HGU yang dipegang oleh PT. Rotorejo Kruwuk habis masa berlakunya pada akhir Desember 2009, dan kami punya hak yang sama untuk turut menggarap tanah negara ", jelasnya.

Pitoyo menambahkan pada saat HGU perkebunan yang habis masa belakunya habis, setelah HGU berakhir seingat saya pada tahun 2010 pihak perkebunan membagikan lahan kepada sekelompok warga dimana sebelumnya tidak ada koordinasi atau musyawarah atau sifatnya ( silent. Red )  yang kami anggap tidak adil atau ketimpangannya sangat jauh sekali dan yang nama - nama yang mendapatkan pun gak jelas serta objeknya juga gak jelas serta pada kenyataannya lahan yang didapatkan juga disewakan. Warga merasa pembagiannya tidak adil " , imbuhnya.

Ditempat terpisah saat dimintakan konfirmasinya melalui komunikasi WA tentang pelaporan PPKM, Penasehat Hukum PT. Rotorejo Kruwuk, Ete Wibowo, S.Sos, SH menyatakan bahwa " pelapor tidak punya legal standing atau kedudukan hukum dalam kasus ini. Harusnya yang menegur perkebunan adalah BPN dan Dinas Perkebunan atau Dinas Pertanian, kalau perkebunan ada penyimpangan karena perkebunan PT. Rotorejo Kruwuk sebagai pembina teknisnya kedua dinas tersebut ", urainya.
Saat berita ditayangkan pelaporan dari PPKM masih dalam proses penanganannya oleh pihak aparat penegak hukum. ( hen/ich )




Blitar - Tanah aset Jatilengger yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Blitar belum disetujui oleh Panitia Khusus/ /Pansus 10 DPRD Kabupaten Bliatar. Hal ini terungkap dalam   hasilrekomendasi yang dibacakan Juru Bicara Pansus 10 DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kunto Atmojo dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blitar, Selasa ( 6/3 )  di Graha Paripurna DPRD Kabupaten Blitar .

Dalam rapat paripurna tersebut mengagendakan penyampaian laporan Pansus 10 tentang pembahasan permasalahan tanah aset di Jatilengge Hasil pembahasan Pansus 10 berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri yang meliputi penjualan, tukar menukar dan hibah aset tanahPemerintah Daerah harus mendapatkan persetujuan dari Dewan dan telah mendapat kajian - akajian dari berbagai aspek diantaranya dari aspek yuridis, ekonomis dan aspek lainnya, dimana Pansus 10 yang dibentuk oleh DPRD Kabupaten telah selesai melakukan pembahasan dan kajian dan dilaporkannya.

Dari daftar hadir 41 anggota DPRD Kabupaten Blitar yang menghadiri Rapat Paripurna yang dipimpin olerh Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren S maka dinyatakan kuorum telah dipenuhi oleh pimpinan Dewan dan dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum. Rapat paripurana ini merupakan rangkaian rapat - rapat yang telah dilaksanakan sebelumnya , untuk kali ini dengan agenda darin Pansus 10 terhadap permaslahan tanah aset di jatilengger.

"  rapat paripurna dengan agenda penyampaian laporan Pansus 10 DPRD Kabupaten Blitsar mudah - mudahan dapat berjalan dengan lancar dan diridhoi oleh Alloh SWT ", ungkapnya.   

Dalam kesimpulan hasil pembahasan penyelesaian tanah aset Jatilengger oleh Pansus 10 DPRD Kabupaten Blitar salah satu rekomendasinya yang disampaikan kepada Bupati Blitar bahwa Pansus 10 DPRD Kabupaten belum menyetujui permohonan Bupati Blitar tentang penyelesaian tanah aset tersebut dan menyampaikan agar Buapati Blitar untuk meminta fatwa dari Kemendagri.(hen/ich)





BLITAR -  Menindak -  lanjuti kegiatan dan program kerja DPC PWRI Blitar dalam pengembangan organisasi pasca pelantikan DPD PWRI Jawa Timur yang digelar di Surabaya beberapa waktu lalu, DPC PWRI Blitar tancap gas melakukan konsolidasi dan mengadakan rapat restrukturasi kepengurusan pengurus DPC PWRI Blitar  masa bakti 2016 - 2019 di Rumah Makan Sari Bundo Kanigoro - Kabupaten Blitar  pada Jumat ( 23/2 ) yang dihadiri pengurus dan anggota dan puluhan calon anggota PWRI. 

Dalam rapat restrukturasi pengurus tersebut Irsal Pili selaku wakil dari unsur npengurus  DPD PWRI Jawa Timur yang juga masih menjabat Ketua DPC PWRI Blitar mengatakan " mengacu pada konsolidasi dengan DPP PWRI dan DPD PWRI Jawa Timur, agar pengurus DPC PWRI Blitar sesegera mungkin mengadakan restrukrusasi pengurus agar roda organisasi dan program kerja dapat terlaksana dengan baik dengan adanya penyegaran personal dalam rapat restrukturisasi tersebut , agar eksistensi dan legalitas PWRI di Blitar lebih jelas dan merencakan dan melaksanakan program kerja ", ujarnya.

" Menambahkan keterangannya bahwa sebenarnya DPC PWRI Blitar sudah terbentuk pada media Maret 2016 tetapi pada awal 2018 ada beberapa personel pengurus yang ditarik menjadi pengurus DPD PWRI Jawa Timur dan ada pengurus yang sudah non aktif dan ada juga yang sudah pindah ke organisasi lain " , tambahnya.

Ditempat yang sama salah seorang pengurus DPC PWRI Blitar, Ichwan Efendi yang menjadi Wakil Ketua II memberikan masukan bahwa tantangan kedepan lebih berat karena setiap Wartawan dituntut bekerja lebih profesional dan telah mempunyai kompetensi dibidangnya sebagai bekal dalam menjalankan tugas Jurnalistiknya.

" Menjadi Wartawan merupakan hak asasi seluruh warga negara dimana pekerjaannya sangat berhubungan dengan kepentingan publik. Oleh karena itu Wartawan dalam melaksankan tugasnya harus memiliki standar kompetensi yang memadai dan disepakati oleh masyarakat Pers dan standar kompetensi ini menjadi alat ukur profesionalitas seorang Wartawan dan mencapainya harus mengikuti uji kompetensi yang dilakukan oleh lembaga yang telah diverifikasi Dewan Pers ", imbuhnya.  

Menanggapi keinginan itu, pengurus dan anggota dan calon anggota PWRI Blitar sepakat mendukung dilaksanakannya Uji Kompetensi tersebut. Mereka meminta kepada DPP PWRI dan DPD PWRI Jawa Timur merespons keinginan itu dan menunggu langkah kongkritnya guna meningkatkan kualitas Wartawan yang tergabung di organisasi profesi PWRI diseluruh Indonesia. ( hen/ich )



Blitar (pewarta-jatim.com)- Koramil 0804/05 Nglegok, Kabupaten Blitar, meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat melalui kegiatan pembangunan sarana dan prasarana di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Rabu (25/10/2017).

Danramil 0808/05 Nglegok Kapten Arh Kusdiarno  dan  anggota serta masyarakat bahu-membahu gotong-royong melaksanakan pengecoran bagian atap sekolah Madrasah  Ibtidaiyah Roudlotul Mubtadiin.
“Di tempat inilah para anak-anak sebagai generasi penerus bangsa akan mencari ilmu dan mengenyam pendidikan. Untuk itu, TNI akan terus membantu sampai selesainya pembangunan,” kata Komandan Kodim 0808/Blitar Letkol Arh Surya Dani.

 Ditegaskan, kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya TNI dalam membantu tugas pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan mutu dan kualitas tempat pendidikan. TNI dan masyarakat akan senantiasa melestarikan nilai-nilai kebersamaan dan kegotong-royongan yang merupakan budaya bangsa Indonesia.
Kehadiran anggota TNI dari Koramil 0808/05 Nglegok untuk membantu pembangunan sekolah mendapat respons luar biasa dari masyarakat. H Muslin selaku perwakilan MI Roudlotul Mubtadiin mengaku sangat bangga dan terharu atas kehadiran TNI yang sangat membantu masyarakat dan selalu berbuat yang terbaik untuk warga.
"Terima kasih banyak kepada Bapak Tentara dari Koramil Nglegok dan Kodim 0808/Blitar. Perbuatan mereka sungguh mulia karena saya lihat sangat ikhlas membantu masyarakat membangun sekolah," ungkapnya.(*)



Jember (pewarta-jatim.com)- Bertempat di Ruang Tamu Makodim 0824 Jember pada Selasa 24/10/2017 Pukul 15.00 Wib dilaksanakan silaturahmi Pengurus  Kabupaten Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai Kabupaten Jember dengan Staf Kodim 0824 Jember.
Hadir pada kesempatan tersebut  Ketua Cabang PSHT Jember H Jono Wasinudin, Arif  serta 3 orang pengurus lainnya, sedianya seluruh ketua ranting PSHT di undang semua namun karena cuaca hujan lebat sehingga diwakili oleh Pengurus kabupaten yang diterima oleh Pasi Intel Kapten Inf Abdul Latif, Pasi Ops Kapten Inf Wahyudi Triko, Pasimin Kapten CZI Sumayar,  Pasiter Kapten Chb Hadi Windoko dan Danramil 0824/11 Kapten Inf Suharyono.
Pada Kesempatan tersebut Pasi Intel Kapten Inf Abdul Latif mewakili Komandan Kodim 0824 Jember menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas perkenannya untuk hadir memenuhi undangan ini kepada segenap Pengurus PSHT Kab Jember.
Selanjutnya Kapten Inf Abdul Latif menyampaikan salam Hormat Komandan Kodim 0824 Jember yang tidak dapat menemui sendiri karena ada acara dinas ke Bandung, terkait dengan pertemuai ini kami ingin menjalin silaturahmi kita agar semakin erat sehingga memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Selanjutnya terkait dengan adanya kejadian keributan antara Pengikut PSHT dan Bonek maupun pihak lainnya hendaknya tidak sampai terulang lagi terutama di Kabupaten Jember, kita ini bersaudara sehingga kalau ada permasalahan hendaknya diselesaikan melalui jalaur yang benar dan tidak anarkis.
Sementara itu Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Rudianto saat dikonfirmasi terkait kegiatan di satuannya membenarkan memang dirinya yang mengundang pengurus Ranting dan Pengurus Kabupaten  PSHT untuk bersilaturahmi, namun karena cuaca tidak memungkinkan sehingga hanya beberapa Pengurus Cabang yang dapat hadir.
Lebih Lanjut Letkol Inf Rudianto menegaskan bahwa pertemuan tersebut murni silaturahmi disamping memantapkan apa yang telah dilakukan tadi pagi karena kita sudah seperti saudara, sebagai manusia biasa kita ini tidak akan luput dari kesalahan, namun demikian hendaknya apabila ada permasalahan untuk dapatnya diselesaikan menurut jalur yang sudah ditentukan dan tidak dengan menggunakan kekerasan.

Apa yang kami lakukan adalah upaya untuk menghindarkan adanya gesekkan antara anggota perguruan PSHT dengan aparat TNI diwilayah, di Jember ini juga banyak TNI sehingga menyikapi kerawanan tersebut kita jalin silaturahmi lebih erat dengan pengurus PSHT, itulah tujuan silaturahmi kita yaitu untuk mengikat persaudaraan yang lebih kental lagi. Tegas Letkol Inf Rudianto. (sis24)     



Jember (pewarta-jatim.com)-  Upaya cipta kondisi dalam mendukung kondusifitas Kabupaten Jember perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak dan semua lapisan masyarakat dalam menjamin keamanan masyarakat yang acap kali menjadi korban salah sasaran, korban dampak dan menjamin kelancaran pembangunan pada umumnya di Kabupaten Jember.
Seperti yang dilakukan pada Selasa 24/10/2017 Pukul 10.00 Wib Di Alun-Alun Jember yang diselenggarakan penandatanganan kesepakatan damai antara Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) yang merupakan salah satu Perkumpulan Pencak Silat dengan kelompok Suporter Persatuaan Sepakbola Persebaya Surabaya yang  dikenal dengan sebutan Bondo Nekag (Bonek) yang ada di kabupaten Jember.
Hal tersebut tentunya buntut kerusuhan masal yang dilakukan oleh kedua belah pihak diberbagai kota di Jawa Timur, dimana merupakan tindakan solidaritas negatif yang seharusnya tidak dilakukan, karena dari masing-masing kejadian adalah merupakan imbas dari kejadian lainnya.
Seperti kejadian di Kabupaten Jember pada (4/10) dimana sumber permasalahan bermula dari kejadian pertikaian PSHT dengan Bonek di Kota Surabaya, dan sebagai aksi solidaritas saat Persebaya Bertanding versus Persigo di Stadion Jember Sport Garden, suporter Bonek yang sebelum pertandingan sudah datang dan inigin plesir ke beberapa tempat Jember  justru dihadang dan dihajar oleh kelompok PSHT hingga jatuh korban luka dan kerusakan beberapa kendaraan.
Kontan pada Selasa 24/10/2017 sejak pukul 08.00 Wib Alun-alun Kota Jember dibanjiri para pesilat dari PSHT dan Bonek yang akan melaksanakan kesepakatan damai yang dikawal ketat oleh aparat keamanan baik Polres Jember maupun TNI dari Kodim 0824 Jember.
Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Jember Drs A Muqid Arif didampingi Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni dan Forkopimdan lainnya  yang memimpin apel bersama dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan damai/deklarasi damai   oleh PSHT dan Bonek, dari Pihak PSHT diwakili oleh Ketua Cabang PSHT Jember H Jono Wasinudin, sedangkan dari Bonek diwakili Koorlap Bonek Raung Jember Bagus Dewantoro.
Sebelum penanda tanganan Drs A Muqid Arif  menyampaikan kepada semua pihak untuk tidak mengulangi pertikaian yang sudah terjadi beberapa waktu yang lalu yang dipicu oleh aksi solidaritas yang salah, sehingga kalau ada pertikaian ditempat lain hendaknya selesai disitu tidak usah dilebarkan ke tempat lain, kasihan maysarakat lainnya yang tidak ngerti apa-apa ikut menjadi korban.
Kalau ada permasalahan hendaknya diselesaikan secara bijak dan sesuai ketentuan hukum, mari kita jaga kondisifitas wilayah Kabupaten Jember ini agar dapat melanjutkan proses pembangunan untuk kemajuan kita semua karena pembangunan tersebut perlu adanya jaminan kemanan dari semua lapisan masyarakat.
Menyikapi hak tersebut Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Rudianto yang sedang melaksanakan dinas luar di Bandung saat dikonfirmasi menyatakan bahwa dirinya sangat mendukung sekali dengan acara deklarasi damai yang diselenggarakan tersebut.

Bahkan dirinya juga mengundang para ketua ranting PSHT usai melaksanakan deklarasi damai di Alun-alun untuk hadir di Makodim 0824 Jember dalam rangka menerima pengarahan dari Pasi Intel Kodim 0824 yang mewakili Dandim 0824. Tegas Letkol Inf Rudianto.


Bondowoso (pewarta-jatim.com) - Banyak cara di setiap daerah untuk memeriahkan Hari santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober dengan berbagai kegiatan.
Seperti  Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Bondowoso menggelar Festival Mural, sebagai wujud kecintaan kepada perjuangan Santri dan Kyai dalam usaha memperjuangkan dan mempertahankan NKRI dari penjajahan.
 Festival Mural tersebut merupakan rangkaian acara puncak kegiatan memperingati Hari Santri Nasional 2017 di Bondowoso.
"Peringatan Hari Santri tahun ini kita laksanakan dengan mengadakan Festival Mural dengan tema ‘Jangan Sekali-Kali Hilangkan Jasa Ulama (Jas Hijau)’," tutur Ketua IKA PMII Bondowoso, Asnawi Sabil, Sabtu (21/10/2017) di Aloon-aloon Bondowoso.
Selain Festival Mural, IKA PMII juga sebelumnya menggelar Liga Santri yang diikuti oleh 16 Sekolah yang ada di Bondowoso. 

Peserta dalam Festival Mural tersebut, terdiri dari Pondok Pesantren, Sekolah Swasta maupun Negeri, SKPD, serta masyarakat umum dalam bentuk lukisan berukuran 240cm x 120cm. 
"Kami mengekspresikan kecintaan kami terhadap ulama dan santri dalam bentuk lukisan. Para santri ini adalah penerus perjuangan Ulama', semoga mampu meneruskan perjuangan beliau seperti Mbah Hasyim dalam memperjuangkan NKRI demi keutuhan bangsa dan negara," Ujar Moh Lutfi Yazid. Mahasiswa semester 3 Universitas Jember yang rela jauh-jauh datang dari Jember hanya untuk memperingati peringatan hari santri di Kota Tape ini. Senada dengan lutfi, vandem salah satu peserta dari paguyuban kemapata blitar berharap di Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober besok,  para santri masa kini dan masa depan, baik yang di pesantren maupun di luar pesantren, dan seluruh anak bangsa, dapat selalu memperkuat jiwa religius keislaman dan sekaligus juga jiwa nasionalisme-kebangsaan.
Festival Mural Hari Santri Nasional ini dilaksanakan di Alun-alun RBA Ki Ronggo. Selain itu, ada lomba foto selfie berlatar belakang lukisan mural untuk umum. 
Acara Festival Mural tersebut, disponsori oleh pihak Bank Jatim dengan memperebutkan Piala Tropy Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dafir, yang juga sebagai pencetus Jas Hijau. 



Magetan (pewarta-jatim.com)  -   Hujan lebat yang menguyur  sejak Minggu (9/10/2016) sore sekitar pukul 14.15 Wib hingga tengah malam, mengakibatkan dua kecamatan di kaki Gunung Lawu, Kabupaten Magetan terjadi tanah longsor dan banjir bandang
Tanah Longsor di jalur penghubung Desa Genilangit dengan Wonomulyo Kecamatan plaosan kabupaten Magetan menimpa satu keluarga yan g sedang mengendarai motor yaiyu Sulistyo (35), istrinya Ida Wahyu (30), serta anaknya yang masih balita.
Personil gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Koramil dan Polsek Poncol berhasil menemukan mereka di bawah tanah berbatuan sedalam 25 meter. Ketiganya hanya menderita luka luka di sekujur tubuh dan kepalanya, dan kini dirawat di RSUD dr Sayidiman, Kabupaten Magetan
Sementara banjir bandang yang menerjang wilayah Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan dan Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan, menimpa empat rumah milik Siwarno (55) dan Sulan (55), Mualim dan Mahmud.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan Ferry Yoga Saputra, menjelaskan, tim relawan yang terdiri dari masyarakat desa setempat dibantu personil BPBD, Koramil dan Polsek baru akan membuka jalan yang tertutup longsoran, Senin (10/10/2016) pagi.
"Selain membuka jalan, tim juga akan mencari sepeda motor yang ditumpangi satu keluarga yang tertimbun tanah berbatu dijalur penghubung Dusun Wonomulyo, Genilangit dan Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan," jelas  Ferry Yoga Saputra
“ Juga selain berada di tebing curam, dikhawatirkan terjadi longsor susulan, sehingga warga masyarakat desa setempat dan tim relawan sepakat membuka jalur jalan penghubung” imbuh Ferry.(sat/ich)






Madiun (pewarta-jatim.com)- Universitas Widya Mandala Kota Madiun menjadi tempat pelaksanaan tes bagi calon tenaga pendamping /operator PKH tahun 2016 (6/8/2016). Diikuti sebanyak 723 orang yang berasal dari 14 Kabupaten / Kota terdekat yaitu : Jombang, Nganjuk, Kediri, Blitar, Trenggalek, Tulungagung, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Magetan dan Madiun. Di Jawa Timur sendiri terbagi 3 titik (tempat) pelaksanaan tes, kota tersebut adalah Madiun, Jember dan Surabaya.
Sebelumnya tahapan awal (seleksi administrasi) telah dilakukan oleh Tim Panitia Seleksi SDM PKH 2016 melalui system Online. Total pelamar yang mengajukan diri dalam proses rekrutmen tahun ini mencapai 266.669 orang (se-Indonesia), untuk memperebutkan 10.000 posisi pendamping dan 1.000 operator.
Diharapkan pula nantinya pendamping yang lolos ini harus mampu memastikan penerima bantuan PKH memperoleh beberapa program perlindungan sosial lainnya yang dikeluarkan oleh Pemerintah seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) bersama dengan operator. Sejarahnya, PKH diluncurkan pada tahun 2007 dan sekarang menjadi Program andalan Kementrian Sosial dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Ruh utama dari Program ini adalah merubah pola pikir Keluarga Miskin (yang selanjutnya disebut Peserta PKH) agar mampu meraih kesejahteraan yang menjadi harapan setiap keluarga.
Sementara itu bersamaan dengan pelaksanaan tes ini, di Aula Dinas Sosial Kota Madiun juga mengadakan rakor PKH Madiun (Kota dan Kabupaten) dihadiri oleh Koordinator Regional Wilayah Tengah, Yudhi Haris. Beberapa informasi terbaru dan terkait keberlangsungan proses Bisnis PKH disampaikan, diantaranya adalah peluncuran program E-Warung.
“Tahun ini dicoba sistem baru proses pencairan bantuan PKH melalui E-Warung, Tentunya dengan melibatkan Peserta PKH dan pendamping menjadi pengelolanya. E-Warung sendiri akan menjadi pusat transaksi kebutuhan pokok mereka dan murah, karena didatangkan langsung dari produsen serta bekerjasama dengan beberapa Bank Milik Pemerintah yang telah ditunjuk,” katanya. Peserta PKH akan mendapatkan kartu Bisa (kartu E-Warung) sebagai alat transaksi pengambilan bantuan tunai dan non tunai. “Setelah Malang, Sidoarjo dan Mojokerto, hari ini Bu Mensos meresmikan E-Warung di Kota Surabaya dengan Menteri BUMN,” ucapnya (saris)


Blitar (pewarta-jatim.com) - Kebakaran besar melanda Pasar Legi, pasar terbesar di Kota Blitar, Selasa ( 12/7 ) yang sudah mulai terbakar mulai pukul 16.30 dan selama hampir lima jam si jago merah meluluh - lantakan pasar yang merupakan kebanggaan masyakat Kota Blitar. 

Puluhan mobil kebakaran dari Pemerintah Kota Blitar dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Blitar melalui BPBD serta bantuan dari PT. Gudang Garam Kediri dikerahkan untuk memadamkan api. Puluhan aparat keamanan dari TNI, POLRI serta Satuan Polisi Pamong Praja Pemkot. Blitar siaga mengamankan area Pasar Legi, karena begitu banyaknya masyarakat Blitar yang sedari sore sudah memenuhi area kebakaran karena ingin melihat kebakaran tersebut. 

Api diduga berasal dari hubungan pendek listrik yang awalnya terjadi ditengah - tengah lokasi pasar. Sampai berita ini diturunkan, api sudah mulai bisa dipadamkan sejak pukul 21.00. Tidak ada korban jiwa tetapi kerugian belum dapat ditaksir karena belum ada keterangan resmi.( hen/ich )




Jember (pewarta-jatim.com) - Pada Senin 11/04 Pukul 15.00 Wib Ketua Persit KCK Koordinator Cabang (Koorcab) Korem 083 beserta pengurusnya tiba di Makodim 0824 Jember.

Ketua Persit KCK Koorcab 083 Ny Fajar Setyawan  langsung disambut oleh Dandim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas, S.I.P didampingi Ketua Persit KCK Cabang XXXVIII Kodim 0824 Ny Ria Muhammad Nas beserta pengurus cabang.

Usai transit di Ruang Dandim 0824 dan melaksanakan Sholat Ashar Ny Fajar Setyawan langsung menuju Aula Kodim 0824 yng sudah ditunggu oleh 247 perwakilan anggota Persit KCK Cab XXXVIII Kodim 0824 Jember.

Acara tersebut diawali oleh sambutan Ketua Persit Cab XXXVIII Kodim 0824 Ny Ria Muhammad Nas yang menyampaikan laporan keorganisasian dan kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan. 
Selanjutnya Ny Fajar Setyawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Persit KCK sebagai wadah istri tentara memiliki tugas membantu serta mendorong suami dalam mengemban tugas pokoknya sebagai prajurit TNI AD.
Pada Kesempatan tersebut beliau juga menekankan agar anggota Persit KCK mampu membawa diri dalam bermasyarakat sehingga mampu berperan serta dalam membantu tugas suami serta memelihara citra dan nama baik TNI pada umumnya.
Hindari kegiatan-kegiatan yang sekiranya akan merugikan nama baik Persit KCK sendiri, maupun nama baik institusi TNI pada umumnya.
Bina rumah tangga kita sebaik mungkin, didik anak-anak kita sehingga menjadi generasi berkualitas serta lakukan kegiatan-kegiatan positif seperti menambah ketrampilan dan lain-lain sehingga tidak terlalu ketinggalan.
Acara dilanjutkan tanya jawab dan berakhir hingga pukul 16.30 Wib dan selanjutnya Ny Fajar Styawan beserta rombongan istirahan di Hotel Mulia Jember, untuk selanjutnya esok harinya menuju Kodim 0822 Bondowoso. (sis24)  






Jember (pewarta-jatim.com)-   Masjid sebagai tempat ibadah umat Islam menjadi salah satu prasarana yang dibutuhkan dibutuhkan oleh masyarakat yang mayoritasnya beragama Islam, seperti halnya Masjid Al Firdaus di Dsn Krajan Ds Paleran Kec Umbulsari Kab Jember.

Kondisi masjid yang mengalami rusak berat dan kurang luas menggerakkan hati masyarakat untuk berswadaya memperbaiki, tiba saatnya pengecoran atap masjid pihak takmir berkoordinasi dengan  Koramil 0824/19 Umbulsari untuk mengajukan bantuan tenaga pengecoran.

Danramil 0824/19 Umbulsari Kapten Cba Mujoli langsung menyambut usulan tersebut dengan mengadakan Karya Bakti TNI yang dilaksanakan pada Senin 11/04 dengan kekuatan Personel Kodim 0824 sebanyak 49 orang, Polsek 5 orang, Perangkat desa 5 orang dan warga masyarakat sebanyak 175 orang.

Guna mengefektifkan pekerjaan Kapten Cba Mujoli membagi personel yang ada menjadi 2 gelombang, gelombang I jam 07.30-11.30 Wib dan gelombang II jam 13.00-16.00 Wib, dengan sasaran pengecoran atap mesjid seluas 240 meter persegi.

Bpk Abdulah 45 tahun warga masyarakat setempat saat kami konfirmasi menyampaikan terima kasih atas adanya bantuan tenaga dari Koramil ini sangat membantu percepatan poengecoran.

Menyikapi hal tersebut Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas, S.I.P saat kami konfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut masih terkait dengan program serbuan teritorial, kita sabgat mendukung kegiatan pembangunan sarana prasarana masyarakat seperti ini.

Kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan tenaga untuk kegiatan seperti ini,  silahkan berkoordinasi dengan Babinsa atau Koramil setempat.

Kepada anggota saya sampaikan terima kasih, manfaatkan kegiatan-kegiatan tersebut sebagai wahana memantapkan kebersamaan dan kemanunggalan TNI Rakyat. (sis24)  



lyddezign

{facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google-plus#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget