Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Berita utama"



PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah menetapkan masa Angkutan Nataru 2019/2020 selama 18 hari, mulai 19 Desember 2019 sampai dengan 5 Januari 2020.
Untuk memastikan kesiapan menghadapi angkutan Nataru tersebut, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro bersama jajaran melakukan pemeriksaan langsung kesiapan Daop 7 Madiun pada Rabu (11/12). 
Edi menjelaskan, pemeriksaan tersebut akan difokuskan pada kesiapan sarana, prasarana, dan SDM.
“Kegiatan inspeksi ini untuk memastikan lagi kesiapan KAI menjelang peak season pada momen Natal dan Tahun Baru, yang sebentar lagi akan dimulai. Pengecekan dilakukan mulai dari kesiapan jalur, stasiun, pelayanan, hingga SDM. Saya meminta kepada seluruh pegawai KAI agar memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, khususnya selama momen Nataru ini,” ujar Edi.
Pada periode itu, KAI memprediksi akan ada kenaikan volume penumpang kereta api menjadi 5,9 juta penumpang. Atau naik 4 persen dibanding tahun 2018, yang hanya 5,6 juta penumpang.
Untuk mengakomodir lonjakan penumpang tersebut, KAI akan menjalankan 374 KA Reguler dan 30 KA Nataru atau total 404 Perjalanan KA. Jumlah ini naik 2 persen dibanding tahun 2018, yang hanya sebanyak 394 KA.
Tak hanya melakukan pemeriksaan langsung di Daop 7 Madiun, Dirut KAI Edi Sukmoro juga meresmikan Patung Bung Karno di Stasiun Blitar.
Patung tersebut akan menjadi icon, mengingat jasa Bung Karno sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia. Patung yang terbuat dari Resin dan memiliki skala 1 ; 1,6 ini dikerjakan di studio patung milik Ketut Winata di Bali.

"Patung tersebut diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga masyarakat, untuk berkunjung ke stasiun dan menggunakan kereta api sebagai moda transportasi andalan bagi warga masyarakat Blitar dan sekitarnya,” tutur Edi.
Dalam lawatannya, Edi juga meresmikan perubahan dua nama stasiun, yaitu Stasiun Barat menjadi Stasiun Magetan dan Stasiun Paron menjadi Stasiun Ngawi.
Selain itu, juga meresmikan ruang loket yang baru di tiga stasiun yaitu Stasiun Kediri, Kertosono, dan Jombang. Ruang Rapat Retno Dumilah, yang ada di Kantor Daop 7 Madiun pun turut diresmikan di Blitar.
Dalam perjalanan tersebut, juga dilakukan identifikasi titik-titik rawan yang harus dijaga ekstra. Mengingat Angkutan Nataru ini bertepatan dengan datangnya musim hujan, dan frekuensi perjalanan kereta api semakin banyak.
Ada 351 titik rawan di seluruh Jawa dan Sumatera yang perlu mendapatkan perhatian ekstra. Rinciannya, 99 titik rawan banjir, 157 titik rawan longsor, 85 titik amblesan, dan 10 titik pencurian.
Terkait hal itu, Edi siap menyiagakan 477 petugas pemeriksa jalur ekstra, 908 petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, 355 petugas posko daerah rawan ekstra, serta 11.191 personel keamanan yang bekerja sama dengan TNI-Polri.
Di samping itu, KAI juga menyediakan alat dan material yang ditempatkan tersebar di 192 titik. Dengan demikian, dalam keadaan darurat, perbaikan dapat segera dilakukan.
Khusus untuk Daop 7 Madiun, KAI telah menyiapkan 48 Petugas Penilik Jalan (PPJ) ekstra, 20 Penjaga Jalan Lintas (PJL) ekstra, dan 12 petugas Penjaga Daerah Rawan (PDR) ekstra. Total 80 petugas tambahan disiagakan untuk mengamankan perjalanan KA di sepanjang lintas Daop 7 Madiun.
Di samping itu, 374 personel keamanan yang terdiri dari 104 personel Polsuska, 214 personnel security, dan bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 66 personel siap memberikan rasa aman untuk para pelanggan kereta api di Daop 7 Madiun.
Untuk mendukung serta meningkatkan keselamatan perjalanan KA, Daop 7 Madiun telah menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang terdiri dari peralatan untuk situasi darurat di sembilan stasiun yaitu Stasiun Jombang, Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Walikukun, Blitar, Tulungagung, dan Kediri.
“Diharapkan, serangkaian pemeriksaan langsung yang dilakukan oleh Dirut KAI bersama jajaran dan persiapan oleh Daop 7 Madiun ini dapat membuat masa angkutan Nataru 2019/2020 zero accident. Terlebih, jalur ganda di Daop 7 yang membentang mulai dari Jombang, Jawa Timur sampai Kedungbanteng, Jawa Tengah sepanjang 131 kilometer telah resmi beroperasi,” tutup Edi. 



JEMBER - Literasi merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh generasi Jaman Now saat ini. Literasi tidak hanya bertujuan untuk mencetak individu yang hanya cerdas dalam bidang akademik, namun juga memiliki pola pikir kritis dan logis dalam menerima dan menanggapi informasi. Berangkat dari tuntutan tersebut, Unit Pelayanan Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Jember kembali menyelenggarakan kegiatan Pesta Literasi di tahun 2018 ini (12/3). Uniknya, selain para pengunjung mendapatkan berbagai pengetahuan terkait literasi, khususnya literasi informasi, mereka juga dapat menikmati minuman kopi gratis yang disajikan oleh Komunitas Jember Koffiesta.
Menurut Ida Widiastuti, Kepala UPT Perpustakaan Universitas Jember, kegiatan Pesta Literasi merupakan salah satu upaya untuk terus menyebarluaskan semangat membaca di kalangan sivitas akademika Universitas Jember, dan juga masyarakat Jember. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi di era digital saat ini, maka kami sebagai salah satu motor penggerak minat baca di lingkungan perguruan tinggi, harus mampu mencari cara yang unik dalam menarik perhatian khalayak agar terus mau membaca dan belajar. Salah satunya dengan cara menggandeng komunitas Jember Koffiesta, apalagi saat ini minum kopi telah jadi trend,” tutur Ida. Dirinya lantas menambahkan, pihaknya menyediakan 300 gelas kopi gratis yang sudah diracik oleh Komunitas Jember Koffiesta lengkap dengan makanan ringan. Tersedia berbagai ragam minuman kopi dari kopi Robusta, Arabika hingga kopi Gayo.
Selain itu, kegiatan Pesta Literasi kali ini juga dijadikan sebagai momen lahirnya Komunitas Sahabat Perpustakaan. Komunitas Sahabat Perpustakaan adalah komunitas yang berupaya meningkatkan kemampuan berliterasi dan menyebarkan budaya membaca kepada masyarakat, baik di dalam maupun di luar kampus. Anggotanya terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan dan kalangan umum. Program yang dicanangkan oleh Komunitas Sahabat Perpustakaan antara lain program kelas literasi berupa online search skill, kelas Inspirasi, talk show, berbagai lomba, optimalisasi sosial media, dan pengolahan perpustakaan berbasis teknologi informasi. “Kami harapkan komunitas ini dapat menjadi ruang bagi sivitas akademik Universitas Jember dan masyarakat umum dalam menumbuhkan kemampuan literasi mereka,” tambah Ida Widiastuti.
Kegiatan Pesta Literasi dan peresmian Komunitas Sahabat Perpustakaan dilaksanakan oleh M. Sulthon Masyhud, Wakil Rektor III Universitas Jember. Dalam sambutannya, M. Sulthon Masyhud memberikan apresiasi terhadap langkah nyata yang telah dilakukan oleh UPT Perpustakaan Universitas Jember dalam menyebarluaskan gerakan literasi. M. Sulthon juga berharap agar Perpustakaan Universitas Jember dapat memberikan pelayanan yang semakin baik terhadap para pengunjung baik yang berasal dari Universitas Jember maupun masyarakat luar kampus. Salah satu langkah yang sudah diwujudkan adalah dengan mempercantik halaman UPT Perpustakaan dengan taman yang representatif untuk membaca atau sekedar bersantai.
Kegiatan Pesta Literasi kali ini mendapatkan sambutan positif, terbukti dari banyaknya pengunjung yang datang. Selain dapat melihat bazaar buku murah hingga 21 Maret nanti, pengunjung disuguhi pameran foto, menikmati suguhan musik dan tari, sambil tentu saja menikmati kopi. Rangkaian acara Pesta Literasi 2018 juga diisi dengan seminar tentang “Pelayanan Publik yang Berorientasi pada Disabilitas, Perempuan dan Lanjut Usia” yang digelar pada 14 Maret 2018. Rangkaian kegiatan Pesta Lityerasi akan diakhiri dengan acara bedah buku “Sastra Multikultural” karya  Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M. Pd., yang juga Ketua LP3M Universitas Jember pada tanggal 21 Maret 2018. (lid/iim/ich)




BLITAR  - Kesan musik Keroncong sebagai musik jaman semoNow ( jadul. Red ) sirna sudah kala menyaksikan penampilan anak - anak muda Kota Blitar yang dengan rancak dalam memainkan instrumen musik Keroncong dengan persembahan lagu - lagu jaman Now pada Pentas Periodik Musik Keroncong yang digelar  Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan/Disparbud Pemerintah Kota Blitar bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kota Blitar dipelataran barat Stadion Soeprijadi, Sabtu ( 10/3 ).

Seperti pada malam ini penampilan Orkes Keroncong Sakura yang mendapat giliran tampil membawakan lagu - lagu kekinian dalam irama musik Keroncong mendapat apresiasi dari penikmat musik Keroncong di Bumi Bung Karno Kota Blitar dengan sangat antusias. Para penikmat musik Keroncong mendapat suguhan musik Keroncong yang secara periodik dipentaskan oleh grup - grup musik Keroncong di berbagai tempat salah satunya di pelataran barat Stadion Soeprijadi.

Menurut penjelasan Ketua Dewan Kesenian Kota Blitar, Andrias Edison dalam kesempatan wawancara dengan Reporter NusantaraExpress.Com  mengatakan bahwa " tujuan diselenggarakannya pentas musik Keroncong ini untuk membangkitkan kembali kesenian - kesenian tradisi dalam cakrawala kesenian Indonesia dan menggugah semangat anak muda untuk mencintai dan melestarikan musik asli Indonesia diantaranya musik Keroncong ", terangnya.


Harapannya irama musik Keroncong sebagai musik khas Indonesia akan terus eksis dan terpelihara sebagai jenis musik yang dapat dimainkan seluruh generasi dari masa ke masa. (HEN/ICH)  



Blitar - Tanah aset Jatilengger yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Blitar belum disetujui oleh Panitia Khusus/ /Pansus 10 DPRD Kabupaten Bliatar. Hal ini terungkap dalam   hasilrekomendasi yang dibacakan Juru Bicara Pansus 10 DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kunto Atmojo dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blitar, Selasa ( 6/3 )  di Graha Paripurna DPRD Kabupaten Blitar .

Dalam rapat paripurna tersebut mengagendakan penyampaian laporan Pansus 10 tentang pembahasan permasalahan tanah aset di Jatilengge Hasil pembahasan Pansus 10 berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri yang meliputi penjualan, tukar menukar dan hibah aset tanahPemerintah Daerah harus mendapatkan persetujuan dari Dewan dan telah mendapat kajian - akajian dari berbagai aspek diantaranya dari aspek yuridis, ekonomis dan aspek lainnya, dimana Pansus 10 yang dibentuk oleh DPRD Kabupaten telah selesai melakukan pembahasan dan kajian dan dilaporkannya.

Dari daftar hadir 41 anggota DPRD Kabupaten Blitar yang menghadiri Rapat Paripurna yang dipimpin olerh Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren S maka dinyatakan kuorum telah dipenuhi oleh pimpinan Dewan dan dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum. Rapat paripurana ini merupakan rangkaian rapat - rapat yang telah dilaksanakan sebelumnya , untuk kali ini dengan agenda darin Pansus 10 terhadap permaslahan tanah aset di jatilengger.

"  rapat paripurna dengan agenda penyampaian laporan Pansus 10 DPRD Kabupaten Blitsar mudah - mudahan dapat berjalan dengan lancar dan diridhoi oleh Alloh SWT ", ungkapnya.   

Dalam kesimpulan hasil pembahasan penyelesaian tanah aset Jatilengger oleh Pansus 10 DPRD Kabupaten Blitar salah satu rekomendasinya yang disampaikan kepada Bupati Blitar bahwa Pansus 10 DPRD Kabupaten belum menyetujui permohonan Bupati Blitar tentang penyelesaian tanah aset tersebut dan menyampaikan agar Buapati Blitar untuk meminta fatwa dari Kemendagri.(hen/ich)





BLITAR -  Menindak -  lanjuti kegiatan dan program kerja DPC PWRI Blitar dalam pengembangan organisasi pasca pelantikan DPD PWRI Jawa Timur yang digelar di Surabaya beberapa waktu lalu, DPC PWRI Blitar tancap gas melakukan konsolidasi dan mengadakan rapat restrukturasi kepengurusan pengurus DPC PWRI Blitar  masa bakti 2016 - 2019 di Rumah Makan Sari Bundo Kanigoro - Kabupaten Blitar  pada Jumat ( 23/2 ) yang dihadiri pengurus dan anggota dan puluhan calon anggota PWRI. 

Dalam rapat restrukturasi pengurus tersebut Irsal Pili selaku wakil dari unsur npengurus  DPD PWRI Jawa Timur yang juga masih menjabat Ketua DPC PWRI Blitar mengatakan " mengacu pada konsolidasi dengan DPP PWRI dan DPD PWRI Jawa Timur, agar pengurus DPC PWRI Blitar sesegera mungkin mengadakan restrukrusasi pengurus agar roda organisasi dan program kerja dapat terlaksana dengan baik dengan adanya penyegaran personal dalam rapat restrukturisasi tersebut , agar eksistensi dan legalitas PWRI di Blitar lebih jelas dan merencakan dan melaksanakan program kerja ", ujarnya.

" Menambahkan keterangannya bahwa sebenarnya DPC PWRI Blitar sudah terbentuk pada media Maret 2016 tetapi pada awal 2018 ada beberapa personel pengurus yang ditarik menjadi pengurus DPD PWRI Jawa Timur dan ada pengurus yang sudah non aktif dan ada juga yang sudah pindah ke organisasi lain " , tambahnya.

Ditempat yang sama salah seorang pengurus DPC PWRI Blitar, Ichwan Efendi yang menjadi Wakil Ketua II memberikan masukan bahwa tantangan kedepan lebih berat karena setiap Wartawan dituntut bekerja lebih profesional dan telah mempunyai kompetensi dibidangnya sebagai bekal dalam menjalankan tugas Jurnalistiknya.

" Menjadi Wartawan merupakan hak asasi seluruh warga negara dimana pekerjaannya sangat berhubungan dengan kepentingan publik. Oleh karena itu Wartawan dalam melaksankan tugasnya harus memiliki standar kompetensi yang memadai dan disepakati oleh masyarakat Pers dan standar kompetensi ini menjadi alat ukur profesionalitas seorang Wartawan dan mencapainya harus mengikuti uji kompetensi yang dilakukan oleh lembaga yang telah diverifikasi Dewan Pers ", imbuhnya.  

Menanggapi keinginan itu, pengurus dan anggota dan calon anggota PWRI Blitar sepakat mendukung dilaksanakannya Uji Kompetensi tersebut. Mereka meminta kepada DPP PWRI dan DPD PWRI Jawa Timur merespons keinginan itu dan menunggu langkah kongkritnya guna meningkatkan kualitas Wartawan yang tergabung di organisasi profesi PWRI diseluruh Indonesia. ( hen/ich )




Blitar (pewarta-jatim.com) - Kemajuan sebuah bangsa dapat diukur dari tingkat pendidikannya dan sebagai perwujudan dari gerak dan kegiatan Kemapata ( Keluarga Majasisw Panataran Blitar ) di Jember mengadakan kegiatan yang erat hubungannya dengan dunia pendidikan yakni Blitar Education Festival/BEF 2018 yang dibuka pada ( 3/2 ) di Gedung Bhakti Budaya Disbudparpora - Kabupaten Blitar.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemapata sudah diawali dengan kegiatan Sosialisasi Kampus ke sekolah - sekolah sejak awal Januari yang lalu dan dirangkai dengan kegiatan Pameran dn Seminar Pendidikan dengan mengambil tema " Menanamkan Pentingnya Pendidikan Sebagai Wujud Jati Diri Bangsa " dengan menghadirkan pemateri - pemateri tokoh - tokoh pendidikan dan para akademisi dengan mengundang para pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan kampus se - Kediri Raya. 

BEF 2018 merupakan event yang diadakan oleh Kemapata sebagai wujud pengabdian mahasiswa perantauan terhadap daerah asalnya Blitar. Menurut Ketua Pelaksana BEF 2018, Muh. Abdul Rahman saat wawancara dengan Reporter EkskulNews.Com mengatakan " bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang akan memberikan manfaat terhadap sektor pendidikan di wilayah Blitar. Kami juga berharap dengan diselenggarakannya BEF dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi adik - adik SMA/SMK/MA bai dari sekolah negeri atau swasta untuk dapat memberikan wawasan nantinya dan menggpai harapan setelah lulus sekolah tingkat menengah untuk melanjutkan ke jenjang yng lebih tinggi nantinya ",

Rangkaian kegiatan BEF 2018 ini mendapat apresisasi dari berbagai pihak terutama dari Bupati Blitar, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten/Kota Bltar serta didukung oleh berbagai kampus Perguatan Tinggi baik dari Jember maupun dari wilayah Kediri Raya serta para sponsor pendukung.
Dalam sambutannya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten. Kota Blitar yang diwakili oleh Budi Ilyas, MPd mengatakan bahwa " sangat mengapresiasi kegiatan positif ini dan apalagi kegiatan ni dilaksanakan oleh para mahasiswam ujarnya. (hen/ich)



Blitar (pewarta-jatim.com)- Koramil 0804/05 Nglegok, Kabupaten Blitar, meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat melalui kegiatan pembangunan sarana dan prasarana di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Rabu (25/10/2017).

Danramil 0808/05 Nglegok Kapten Arh Kusdiarno  dan  anggota serta masyarakat bahu-membahu gotong-royong melaksanakan pengecoran bagian atap sekolah Madrasah  Ibtidaiyah Roudlotul Mubtadiin.
“Di tempat inilah para anak-anak sebagai generasi penerus bangsa akan mencari ilmu dan mengenyam pendidikan. Untuk itu, TNI akan terus membantu sampai selesainya pembangunan,” kata Komandan Kodim 0808/Blitar Letkol Arh Surya Dani.

 Ditegaskan, kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya TNI dalam membantu tugas pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan mutu dan kualitas tempat pendidikan. TNI dan masyarakat akan senantiasa melestarikan nilai-nilai kebersamaan dan kegotong-royongan yang merupakan budaya bangsa Indonesia.
Kehadiran anggota TNI dari Koramil 0808/05 Nglegok untuk membantu pembangunan sekolah mendapat respons luar biasa dari masyarakat. H Muslin selaku perwakilan MI Roudlotul Mubtadiin mengaku sangat bangga dan terharu atas kehadiran TNI yang sangat membantu masyarakat dan selalu berbuat yang terbaik untuk warga.
"Terima kasih banyak kepada Bapak Tentara dari Koramil Nglegok dan Kodim 0808/Blitar. Perbuatan mereka sungguh mulia karena saya lihat sangat ikhlas membantu masyarakat membangun sekolah," ungkapnya.(*)



Bertempat di halaman Rumah Bpk Solaiman(97) Desa Jatisari Kec Kademangan Kab Blitar telah dilaksanakan penyerahan Bantuan Renovasi Rumah Veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia Kamis,(05/09).


Rombongan tersebut diantaranya Dandim 0808/Blitar Letkol Arh H. Surya Dani S.H.,Bupati Blitar Drs H Rijanto,Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya S.I.K,Wakil Komandan 511/DY Mayor Inf Raener, para Muspika Kec Kademangam, perwakilan Koramil 0808/10, Kademangan beserta Ibu-ibu Persit, Toga, Toda, dan Warga sekitar.

Dalam sambutan Dandim 0808/Blitar Menyampaikan rasa puji Syukur kepada Allah SWT,karena pada kesempatan ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan kepada Veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia salah satunya dengan merenovasi Rumah yang di tempatinya,

Kegiatan pada hari ini sangatlah istimewa, dimana pada hari ini bertepatan dengan Hari jadi TNI yang ke 72 sehingga mempunyai arti makna yang tersendiri. Lebih lanjut Dandim 0808/Blitar juga menyampaiakan apa yang di kerjakan  berdasarkan perintah dari komando atas agar para satuan yang ada di kewilayahan memperhatikan rumah para pejuang yang rumahnya belum layak huni,  "Kata Dandim 0808/Blitar".

"Dan perlu kami sampaikan, bahwasannya dana untuk perbaikan rumah ini dari komando atas dan dari kodim 0808 sendiri, semoga setelah direhapnya rumah bapak Soelaiman ini akan bermanfaat dan  bertambah krasan dan betah menempati rumah ini, yang awalnya bila malam bapak Soelaiman merasa dingin karena dindingnya masih banyak lubang lubangnya, tetapi hari ini sudah rapat dan baik", Pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan Pita oleh Dandim 0808/Blitar dan Bapak Bupati Blitar di dampingi para rombongan, selanjutnya dilanjutkan sambutan oleh Bupati Blitar.


Sambutan dari Bupati, Pada Hari ini telah di laksanakan Upacara HUT TNI ke 72 yang pelaksanaanya terpusat di Daerah Banten.


"Saya tadi sempat kaget, karena habis pelaksanaa upacara di alon alon Blitar dalam rangka Hari jadi TNI ke 72 Komandan Kodim 0808/Blitar langsung mengajak saya dan para rombongan  untuk hadir diacara penyerahan RTLH bapak Soelaiman", ucap Bupati Blitar.

"Tentunya saya kaget kalau di daerah ini terdapat seorang pejuang kemerdekaan RI yang telah Berumur 97 tahun, tetapi inilah wujud kecintaan TNI kepada Rakyat, TNI lahir dari Rakyat dan untuk Rakyat untuk itu kami ucapkan terima kasih sebanyak banyaknya kepada Komandan Kodim 0808 dan jajarannya yang telah dilakukan pada hari ini".

"Perlu kita renungi bersama, bahwa Apa yang kita berikan tidaklah sebanding apa yang dilakukan oleh para pejuang, dan kita sebagai penerus mari kita isi kemerdekaan dengan baik, dan dengan bersatunya TNI-POLRI dan pemerintah daerah serta masyarakat, maka NKRI akan menjadi kuat", pungkasnya.


Di akhir acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbul rasa syukur kepada Allah SWT dan foto bersama dengan warga sekitar, karena pengerjaan rumah bapak Solaiman dapat berjalan dengan lancar, tentunya juga tidak luput dari ikut andilnya masyarakat sekitar, "TNI Kuat bersama Rakyat". 


Jember (pewarta-jatim.com)- Bertempat di Ruang Tamu Makodim 0824 Jember pada Selasa 24/10/2017 Pukul 15.00 Wib dilaksanakan silaturahmi Pengurus  Kabupaten Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai Kabupaten Jember dengan Staf Kodim 0824 Jember.
Hadir pada kesempatan tersebut  Ketua Cabang PSHT Jember H Jono Wasinudin, Arif  serta 3 orang pengurus lainnya, sedianya seluruh ketua ranting PSHT di undang semua namun karena cuaca hujan lebat sehingga diwakili oleh Pengurus kabupaten yang diterima oleh Pasi Intel Kapten Inf Abdul Latif, Pasi Ops Kapten Inf Wahyudi Triko, Pasimin Kapten CZI Sumayar,  Pasiter Kapten Chb Hadi Windoko dan Danramil 0824/11 Kapten Inf Suharyono.
Pada Kesempatan tersebut Pasi Intel Kapten Inf Abdul Latif mewakili Komandan Kodim 0824 Jember menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas perkenannya untuk hadir memenuhi undangan ini kepada segenap Pengurus PSHT Kab Jember.
Selanjutnya Kapten Inf Abdul Latif menyampaikan salam Hormat Komandan Kodim 0824 Jember yang tidak dapat menemui sendiri karena ada acara dinas ke Bandung, terkait dengan pertemuai ini kami ingin menjalin silaturahmi kita agar semakin erat sehingga memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Selanjutnya terkait dengan adanya kejadian keributan antara Pengikut PSHT dan Bonek maupun pihak lainnya hendaknya tidak sampai terulang lagi terutama di Kabupaten Jember, kita ini bersaudara sehingga kalau ada permasalahan hendaknya diselesaikan melalui jalaur yang benar dan tidak anarkis.
Sementara itu Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Rudianto saat dikonfirmasi terkait kegiatan di satuannya membenarkan memang dirinya yang mengundang pengurus Ranting dan Pengurus Kabupaten  PSHT untuk bersilaturahmi, namun karena cuaca tidak memungkinkan sehingga hanya beberapa Pengurus Cabang yang dapat hadir.
Lebih Lanjut Letkol Inf Rudianto menegaskan bahwa pertemuan tersebut murni silaturahmi disamping memantapkan apa yang telah dilakukan tadi pagi karena kita sudah seperti saudara, sebagai manusia biasa kita ini tidak akan luput dari kesalahan, namun demikian hendaknya apabila ada permasalahan untuk dapatnya diselesaikan menurut jalur yang sudah ditentukan dan tidak dengan menggunakan kekerasan.

Apa yang kami lakukan adalah upaya untuk menghindarkan adanya gesekkan antara anggota perguruan PSHT dengan aparat TNI diwilayah, di Jember ini juga banyak TNI sehingga menyikapi kerawanan tersebut kita jalin silaturahmi lebih erat dengan pengurus PSHT, itulah tujuan silaturahmi kita yaitu untuk mengikat persaudaraan yang lebih kental lagi. Tegas Letkol Inf Rudianto. (sis24)     



Jember (pewarta-jatim.com)-  Upaya cipta kondisi dalam mendukung kondusifitas Kabupaten Jember perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak dan semua lapisan masyarakat dalam menjamin keamanan masyarakat yang acap kali menjadi korban salah sasaran, korban dampak dan menjamin kelancaran pembangunan pada umumnya di Kabupaten Jember.
Seperti yang dilakukan pada Selasa 24/10/2017 Pukul 10.00 Wib Di Alun-Alun Jember yang diselenggarakan penandatanganan kesepakatan damai antara Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) yang merupakan salah satu Perkumpulan Pencak Silat dengan kelompok Suporter Persatuaan Sepakbola Persebaya Surabaya yang  dikenal dengan sebutan Bondo Nekag (Bonek) yang ada di kabupaten Jember.
Hal tersebut tentunya buntut kerusuhan masal yang dilakukan oleh kedua belah pihak diberbagai kota di Jawa Timur, dimana merupakan tindakan solidaritas negatif yang seharusnya tidak dilakukan, karena dari masing-masing kejadian adalah merupakan imbas dari kejadian lainnya.
Seperti kejadian di Kabupaten Jember pada (4/10) dimana sumber permasalahan bermula dari kejadian pertikaian PSHT dengan Bonek di Kota Surabaya, dan sebagai aksi solidaritas saat Persebaya Bertanding versus Persigo di Stadion Jember Sport Garden, suporter Bonek yang sebelum pertandingan sudah datang dan inigin plesir ke beberapa tempat Jember  justru dihadang dan dihajar oleh kelompok PSHT hingga jatuh korban luka dan kerusakan beberapa kendaraan.
Kontan pada Selasa 24/10/2017 sejak pukul 08.00 Wib Alun-alun Kota Jember dibanjiri para pesilat dari PSHT dan Bonek yang akan melaksanakan kesepakatan damai yang dikawal ketat oleh aparat keamanan baik Polres Jember maupun TNI dari Kodim 0824 Jember.
Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Jember Drs A Muqid Arif didampingi Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni dan Forkopimdan lainnya  yang memimpin apel bersama dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan damai/deklarasi damai   oleh PSHT dan Bonek, dari Pihak PSHT diwakili oleh Ketua Cabang PSHT Jember H Jono Wasinudin, sedangkan dari Bonek diwakili Koorlap Bonek Raung Jember Bagus Dewantoro.
Sebelum penanda tanganan Drs A Muqid Arif  menyampaikan kepada semua pihak untuk tidak mengulangi pertikaian yang sudah terjadi beberapa waktu yang lalu yang dipicu oleh aksi solidaritas yang salah, sehingga kalau ada pertikaian ditempat lain hendaknya selesai disitu tidak usah dilebarkan ke tempat lain, kasihan maysarakat lainnya yang tidak ngerti apa-apa ikut menjadi korban.
Kalau ada permasalahan hendaknya diselesaikan secara bijak dan sesuai ketentuan hukum, mari kita jaga kondisifitas wilayah Kabupaten Jember ini agar dapat melanjutkan proses pembangunan untuk kemajuan kita semua karena pembangunan tersebut perlu adanya jaminan kemanan dari semua lapisan masyarakat.
Menyikapi hak tersebut Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Rudianto yang sedang melaksanakan dinas luar di Bandung saat dikonfirmasi menyatakan bahwa dirinya sangat mendukung sekali dengan acara deklarasi damai yang diselenggarakan tersebut.

Bahkan dirinya juga mengundang para ketua ranting PSHT usai melaksanakan deklarasi damai di Alun-alun untuk hadir di Makodim 0824 Jember dalam rangka menerima pengarahan dari Pasi Intel Kodim 0824 yang mewakili Dandim 0824. Tegas Letkol Inf Rudianto.



Blitar ( pewarta-jatim.com )  – Untuk mengantisipasi adanya penyelewengan atau penyalahgunaan dalam pengelolaan Dana Desa telah digelar Sosialisasi Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Desa/TP4D di seluruh Indonesia di tingkat Kejaksaan Negeri Kabupaten/Kota. Di Kabupaten Blitar telah dilaksanakan Sosialisasi bersama Kejaksaan Negeri Blitar pada penghujung Agustus yang lalu yang dilaksanakan di Pendopo Ronggo Hadinegoro yang dibuka oleh Bupati Blitar dan dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Blitar yang diikuti oleh seluruh Kepala Desa dan Camat se – Kabupaten Blitar.
Dalam acara pembukaan sosialisasi tersebut Bupati Blitar dalam sambutan atas nama Pemerintah Kabupaten Blitar, sangat mengapresiasi dengan adanya TP4D terkait dengan masalah penyaluran dan penggunaan Dana Desa yang rawan disalahgunakan atau diselewengkan.
‘’ Dengan adanya Sosialisasi seluruh Aparatur Pemerintahan Desa dan Kecamatan mendapatkan pencerahan dalam pengelolaan Dana Desa dimana selama ini seluruh Aparatur Pemerintahan Desa mengalami kekhawatiran dan keraguan dalam melaksanakan pembangunan desa. Kami sangat berharap melalui sosialisasi yang digelar TP4D Kejari Blitar benar – benar dapat memberikan bekal kepada seluruh Aparatur Pemerintah Desa dan Kecamatan sehingga kedepan tidak timbul keragu – raguan dan kekeliruan dalam melaksanakan dan mengelola anggaran desa “, ujar Bupati Blitar.
Dengan terbentuknya TP4D adalah untuk mendukung keberhasilan penyelenggaran pemerintahan dan pembangunan daerah, selain itu juga untuk mencegah timbulnya penyimpangan kerugian negara dan daerah. Seluruh Aparatur Pemerintah Desa dan Kecamatan agar tidak segan untuk minta pendampingan dari TP4D dari mulai perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan,sehingga segala  kegiatan atau program pembangunan dapat berjalan sebagaimana kita harapkan bersama “, imbuhnya.

Sementara terkait pengawalan dan pengamanan implementasi Dana Desa yang dilaksanakan oleh TP4D Kejari Blitar disampaikan oleh Kepala Kejari Blitar, Dade Ruskandar menyatakan bahwa “  kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan pemahaman tentang keberadaan TP4D di wilayah Kabupaten Blitar, dimana setiap Desa sebenarnya bisa mengajukan permohonan pendampingan penggunaan Dana Desa ke TP4D, agar pelaksanaan kegiatan dalam pengelolaan Dana Desa tidak berdampak hukum “, terangnya.
Dalam kesempatan terpisah saat wawancara dengan Ketua TP4D yang dijabat oleh Kepala Seksi Intelejen - Kejari Blitar, Safi diruang kerjanya menjelaskan bahwa “ masalah penyaluran Dana Desa dalam penggunaanya telah diatur dalam Permendes Nomor 4 Tahun 2017 tentang Perubahan Permendes Nomor 22 Tahun 2016 perihal Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2017, dimana salah satu poinnya bahwa prioritas penggunaan Dana Desa untuk membiayai pelaksaan program dan kegiatan dibidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa disamping prioritas – prioritas lainnya. Disini jelas bahwa pelibatan masyarakat dalam pengawalan dan pendampingan dalam pengelolaan Dana Desa sangat membutuhkan peran serta masyarakat baik dalam perencanaan dan pengawasannya “,urainya.
Seperti penyampaian Kepala Kejari Blitar saat Sosialiasi TP4D beberapa waktu lalu bahwa tujuan dibentuknya TP4D dilingkup Kejaksaan di seluruh Indonesia adalah untuk menghilangkan keragu – raguan Aparatur Pemerintahan atau Aparatur Negara dalam mengambil keputusan dan utamanya terlaksananya penegakan hukum yang efektif dengan mengutamakan pencegahan.(hen/ich)



Jember (pewarta-jatim.com)- Saat musim panen raya kopi tiba tidak jarang kita menemukan tumpukan menggunung dari limbah cangkang kopi ataupun kulit kopi. Tanpa penanganan yang bagus limbah kulit kopi ini dapat berpotensi menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar. Selain kulit kopi limbah cair dari proses pengolahan kopi juga dapat merusak tanah dan ekosistem yang ada disungai.
“limbah kopi itu bersifat asam tidak bagus untuk tanah dan berpotensi menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar, sehinga biasanya masyarakat yang berada disekitar limbah kopi sering sakit-sakitan. Maka dari itulah harus ada upaya mengolah limbah dengan baik sehingga bisa membawa berkah bagi masyarakat sekitar,” ujar Dr. Soni Sisbudi Harsono anggota tim peneliti Coffee For Social Welfare (CFW) saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Soni, dalam sekali musim panen pada bulan Mei sampai September limbah kulit kopi yang ada disekitar perkebunan wilayah Kawah Ijen Bondowoso mencapai 4 ton. Menurutnya karena tidak tertangani dengan baik selama ini limbah kulit kopi hanya menjadi sampah selama kurang lebih enam bulan.
“Karena setelah enam bulan limbah kopi sudah bisa dijadikan pupuk organik untuk tanaman kopi. Namun selama masa menunggu sampah tersebut bisa merusak kondisi tanah karena bersifat asam. Apalagi jika musim hujan air serapan dari sampah kopi tersebut sangat tidak baik,” lanjut Soni.
Soni yang merupakan dosen di Fakultas Teknologi Pertania (FTP) Universitas Jember ini mengatakan, dirinya beserta mahasiswa dibawah bimbingannya tengah berupaya agar limbah kopi bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
“Kulit kopi misalnya bisa dijadikan bahan bakar pengganti gas oleh masyarakat. Sehingga terjadi penghematan ekonomi, tinggal bagaimana masyarakat kita berikan pelatihan untuk mengolah kulit kopi menjadi bahan bakar,” ujarnya.

Soni mengatakan, proses pembuatan bahan bakar berupa briket berbahan dasar kulit kopi cukup mudah dan biaya yang sangat murah. Menurutnya,  limbah kulit kopi dikeringkan hingga kadar airnya  dibawah 12 persen. 


Jember (pewarta-jatim.com)- Debat Pasangan Calon (Paslon) Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jember di gedung Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje), Kamis malam, berlangsung sukses (19/10). Salah satu indikasinya  ditunjukkan dengan banyaknya mahasiswa yang datang. Saking banyaknya mahasiswa yang hadir, Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) sebagai penyelenggara acara, terpaksa menggelar karpet karena kursi yang disediakan tidak cukup menampung massa yang hadir. Malam itu tiap pendukung unjuk kebolehan memberikan dukungan kepada masing-masing Paslon. Animo mahasiswa yang tinggi untuk mensukseskan pesta demokrasi di kampus ini diapresiasi oleh Zulfikar, Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, yang hadir membuka acara.

            “Saya yakin tiga Paslon yang tampil adalah wakil-wakil terbaik, mereka adalah calon pimpinan mahasiswa Universitas Jember. Debat malam ini dapat menjadi ajang latihan bagaimana mempresentasikan visi, misi, dan program kerja secara sistematis. Saya berharap siapa pun yang terpilih, baik di jajaran BEM maupun BPM mampu bekerjasama dengan pihak rektorat dan dekanat dalam rangka mensejahterakan mahasiswa Universitas Jember. BEM dan BPM bakal menjadi jembatan yang menyuarakan aspirasi mahasiswa kepada rektorat dan dekanat, sebaliknya mereka juga mensosialisasikan kebijakan rektorat dan dekanat kepada mahasiswa. Salut untuk jajaran KPUM yang sudah bekerja keras menggelar semua agenda acara dari mulai sosialiasi hingga kegiatan debat, semoga pemilihan umum tanggal 2 November nanti juga sukses,” ujar Zulfikar.

            Sementara itu menurut Moch. Musta’anul Khusni, Ketua KPUM, format debat dibagi menjadi tiga sesi, sesi pertama diisi dengan penyampaian visi, misi serta program kerja masing-masing Paslon. Sesi kedua diisi dengan debat, dimana setiap Paslon diberikan kesempatan untuk bertanya dan menanggapi pertanyaan dari Paslon lainnya. “Pada sesi ketiga setiap Paslon menjawab pertanyaan dari mahasiswa yang telah masuk ke KPUM. Kami telah menerima 150 pertanyaan, setelah melewati proses seleksi akhirnya terpilih 10 pertanyaan, namun karena keterbatasan waktu hanya 3 pertanyaan yang diajukan kepada masing-masing Paslon,” jelas Musta’anul.

            Mahasiswa Fakultas Hukum ini lantas menambahkan, KPUM telah mendata, ada 38.694 mahasiswa Universitas Jember yang memiliki hak pilih. Untuk mengatisipasi banyaknya pemilih, KPUM menyediakan lima bilik suara dengan perangkat komputer di dalamnya, di setiap fakultas. Dengan penerapan e-Voting, diharapkan proses pemilihan berlangsung lancar, bahkan hasil pemilihan dapat dipantau langsung oleh setiap mahasiswa melalui Sistem Informasi Terpadu (Sister) Universitas Jember secara realtime melalui gawai yang dimiliki. “Tantangan kami saat ini adalah melawan apatisme mahasiswa, target kami 50 persen mahasiswa Universitas Jember menggunakan hak suaranya. Jadi jangan lupa, ayo berbondong-bondong ke e-TPS di masing-masing fakultas tanggal 2 November nanti,” imbuh Musta’anul.


            Dalam Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) 2017 kali ini, ada tiga Paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM, serta 48 mahasiswa yang bakal bertarung menduduki kursi Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM). Ketiga Paslon BEM yang maju adalah pasangan Agus Wedi (FISIP) dan Achmad Muzayyin (FTP). Pasangan kedua Nabila Nilna Ghina (FKIP) dengan Rijal Al Kautsar Muluk (Fakultas Teknik). Sementara pasangan ketiga adalah Ganang Canggah Arsa Wijaya (Fakultas Hukum) yang berpasangan dengan Mia Silvia Rahman (FTP). Untuk diketahui setiap Paslon dan calon anggota BEM yang maju harus mengumpulkan dukungan dari minimal 500 orang mahasiswa. (iim.ich)            

Blitar (pewarta-jatim.com)- Dalam rangka diklat calon anggota OSIS, SMK Bakti Indonesia Medika Blitar (BIM) menggelar Diklat Jurnalistik. Kegiatan ini digelar di aula sekolah BIM. Dengan durasi waktu selama 3 jam, sebanyak kurang lebih 50 siswa peserta diklat diberikan materi tentang dasar-dasar jurnalistik, Motivasi tentang penulisan, dan pengetahuan tentang UU Pers. Rangkaian materi ditutup dengan tips wawancara dan teknik menulis berita secara singkat.
Pengetahuan tentang jurnalistik dan UU Pers sangat penting. Pihak sekolah berharap agar para siswa di sekolah tidak sembarangan membuat tulisan yang negative, apalagi berita hoax dan SARA yang kemudian diposting di media sosial. Mereka harus paham, bahwa semua ada aturan dan undang – undangnya

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan semua peserta mampu mempunyai skill tentang jurnalistik dan nantinya menjadi wartawan internal sekolah yang handal. Peserta pun sangat antusias dan pro aktif dalam mengikuti kegiatan yang digelar akhir pekan lalu ini. “Kami sangat senang dan semoga bisa berkontribusi untuk menulis berita dan memberikan informasi untuk sekolah nantinya”, ungkap Ahmad Kharis, peserta diklat.

Salah satu pemateri diklat, Yunan Irawan, S. Ikom menyatakan kepuasannya atas antusias siswa. “Kami berharap  ke depan nanti, tim guru bisa selalu mendampingi dan mengarahkan siswa untuk terus berkarya dalam hal positif, khususnya di bidang jurnalistik”, ungkapnya.(yun/ich)


Bondowoso (pewarta-jatim.com) - Banyak cara di setiap daerah untuk memeriahkan Hari santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober dengan berbagai kegiatan.
Seperti  Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Bondowoso menggelar Festival Mural, sebagai wujud kecintaan kepada perjuangan Santri dan Kyai dalam usaha memperjuangkan dan mempertahankan NKRI dari penjajahan.
 Festival Mural tersebut merupakan rangkaian acara puncak kegiatan memperingati Hari Santri Nasional 2017 di Bondowoso.
"Peringatan Hari Santri tahun ini kita laksanakan dengan mengadakan Festival Mural dengan tema ‘Jangan Sekali-Kali Hilangkan Jasa Ulama (Jas Hijau)’," tutur Ketua IKA PMII Bondowoso, Asnawi Sabil, Sabtu (21/10/2017) di Aloon-aloon Bondowoso.
Selain Festival Mural, IKA PMII juga sebelumnya menggelar Liga Santri yang diikuti oleh 16 Sekolah yang ada di Bondowoso. 

Peserta dalam Festival Mural tersebut, terdiri dari Pondok Pesantren, Sekolah Swasta maupun Negeri, SKPD, serta masyarakat umum dalam bentuk lukisan berukuran 240cm x 120cm. 
"Kami mengekspresikan kecintaan kami terhadap ulama dan santri dalam bentuk lukisan. Para santri ini adalah penerus perjuangan Ulama', semoga mampu meneruskan perjuangan beliau seperti Mbah Hasyim dalam memperjuangkan NKRI demi keutuhan bangsa dan negara," Ujar Moh Lutfi Yazid. Mahasiswa semester 3 Universitas Jember yang rela jauh-jauh datang dari Jember hanya untuk memperingati peringatan hari santri di Kota Tape ini. Senada dengan lutfi, vandem salah satu peserta dari paguyuban kemapata blitar berharap di Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober besok,  para santri masa kini dan masa depan, baik yang di pesantren maupun di luar pesantren, dan seluruh anak bangsa, dapat selalu memperkuat jiwa religius keislaman dan sekaligus juga jiwa nasionalisme-kebangsaan.
Festival Mural Hari Santri Nasional ini dilaksanakan di Alun-alun RBA Ki Ronggo. Selain itu, ada lomba foto selfie berlatar belakang lukisan mural untuk umum. 
Acara Festival Mural tersebut, disponsori oleh pihak Bank Jatim dengan memperebutkan Piala Tropy Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dafir, yang juga sebagai pencetus Jas Hijau. 




Jember (pewarta-jatim.com)-Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember, Jawa Timur, menciptakan detektor kelayakan telur. Penemuan ini dilandasi karena prihatin dengan kesulitan para peternak ayam petelur dalam memeriksa kondisi telur yang akan dijual di pasaran.

Ketiga mahasiswa pencipta alat deteksi kelayakan telur yakni M. Arif Baihaqi, Muh. Fazauddiyak, dan Malikul Fanani menamakan alat ciptaannya "EGGSOS" yang memiliki ketepatan mendeteksi kelayakan telur hingga 85 persen serta mudah digunakan.

"Kami mengamati selama ini peternak ayam petelur kesulitan dalam menentukan mana telur yang layak dan mana yang tidak, sehingga kami membuat alat detektor kelayakan telur," kata Malikul Fanani di Kampus Fakultas Teknik Universitas Jember, Kamis.


Ia mengatakan mengonsumsi telur yang tidak layak secara kesehatan berpotensi untuk menimbulkan berbagai penyakit seperti sakit pada perut bagian atas, demam tinggi, sakit kepala, diare, bahkan muntaber.


"Kami berkonsultasi dengan dosen pembimbing guna mencari solusi permasalahan itu dan dalam jangka waktu kurang lebih dua bulan, alat deteksi kelayakan telur dapat tercipta," tuturnya.

Fazauddiyak menjelaskan, cara penggunaan alat detektor tersebut yakni hanya dengan menaruh telur pada alat EGGSOS. Maka parameter kelayakan kualitas telur akan secara otomatis tampil pada layar.


"Parameter kelayakan tersebut meliputi berat telur, kekentalan kuning telur, dan warna cangkang. Ketiga parameter tersebut mengacu kepada standar nasional Indonesia bidang peternakan yang dikeluarkan oleh pemerintah," ucap mahasiswa angkatan 2015 itu.

Sementara itu, Arif Baihaqi menambahkan sistem kerja alat detektor kelayakan telur itu dilengkapi dengan pendeteksi kepekatan dan kualitas kuning telur berupa sensor "light dependent resistor" (LDR) yang berfungsi sebagai sensor cahaya dan photodioda yang dapat mengubah cahaya menjadi arus listrik.


"Hasilnya kemudian ditampilkan pada monitor yang tersedia, sehingga penggunaannya sangat mudah dan yang penting tidak akan merusak cangkang dari telur itu sendiri," ujarnya.

EGGSOS buatan tiga mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Jember itu mendapatkan apresiasi dengan menyabet juara tiga dalam ajang lomba karya tulis ilmiah "Scientific Great Moment 2017" yang digelar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang pada awal Oktober 2017.


Ketiga juri dalam lomba karya tulis ilmiah itu memberikan pujian terhadap judul dan alat diciptakan tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember, bahkan salah seorang juri berniat untuk membeli alat yang dibuat mereka.


"Para juri juga berharap agar alat yang kami ciptakan dapat dikembangkan dan dipasarkan lebih luas karena dapat digunakan oleh peternak skala besar maupun kecil, bahkan untuk kebutuhan rumah tangga, sehingga dapat berkontribusi terhadap kemajuan peternakan Indonesia," katanya.


Judul karya tulis mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember itu "EGGSOS: Inovasi Alat Detektor Kelayakan Telur Ayam Berbasis Arduino Dengan Menggunakan Fuzzy Logic di Kabupaten Jember".


Blitar (pewarta-jatim.com ) - Munculnya berbagai permasalahan dan gejolak sosial dimasyarakat diantaranya tingkat kebisingan yang telah melebihi ambang batas dan susahnya mendapatkan kebutuhan air yang ditengarai akibat beroperasinya pabrik gula PT. Gambar Anyar yang diduga tanpa ijin dan kegiatan usaha tersebut sudah berjalan dua bulan tanpa dilengkapi perijinan dan dokumen lingkungan layaknya sebuah perusahaan yang melakukan kegiatan usaha pengelolaan lingkungan, ratusan massa yang tergabung dalam organisasi Rakyat Jelata Lembu Suro/Raja Lembu Suro dengan pendampingan KRPK melakukan unjuk rasa ke Pemerintah Kabupaten Blitar, Selasa ( 17/5 ).

PT. Gambar Anyar melakukan usaha dibidang perkebunan tapi juga mendirikan perusahaan gula, dimana saat ini telah mengakibatkan dampak kepada warga masyarakat Gambar Anyar dimana warga masyarakat merasa sangat keberatan, diperparah bahwa perusahaan tidak memiliki ijin dan tanpa ada dokumen lingkungan seperti dipersyatakan.
Dalam audiensi massa ke kantor Pemerintah Kabupaten Blitar di Kanigoro, dimana dalam salah penjelasan Kepala KP2T - Kabupaten Blitar, Molan menyatakan bahwa " tidak boleh perusahaan melakukan kegiatan usaha sebelum memiliki legalitas atas perijinannnya. Hal ini juga diperjelas oleh Staf Dinas Lingkungan Hidup - Kabupatten Blitar yang menyatakan bahwa setiap usaha wajib memiliki ijin lingkungan.

Dalam audiensi perwakilan masyarakat Gambar Anyar dengan pendampingan dari KRPK, Koordinator aksi massa, Moch. Triyanto juga mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Blitar untuk bertindak tegas sesuai Undang - Undang bahwa nyata - nyata Hak Guna Usaha/HGU yang dimiliki oleh PT. Gambar Anyar tidak sesuai fakta dilapangan,bahkan tanpa ijin pihak perusahaan juga mendirikan pabrik gula dan telah beroperasi selama dua bulan. Indikasi pelanggaran - pelanggaran yang berdampak pada polusi lingkungan, gejolak sosial, ketimpangan distribusi air, ada indikasi penelantaran serta pengaliha/pemindahan hak pengelolaan atau pemanfaatan tanah disebagian area perkebunan; juga ada indikasi pelanggaran tentang ketenaga-kerjaan yang dilakukan PT. Gambar Anyar dan massa menuntut dituntaskannya permasalahan tersebut oleh Pemerintah Kabupaten Blitar bersama instansi - instansi terkait secepatnya, jelasnya. ( hen/ich )


lyddezign

{facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google-plus#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget